Bad Mood.... siapa yang belum pernah ngerasain? Pasti hampir semua pernah ngerasain.. Apa sih yang terlihat kalau orang lagi Bad Mood??? Mungkin tampangnya menyeramkan, nggak pernah senyum, nggak ngomong, diajak ngomong nggak komentar, uring-uringan, dia ada tapi nggak ada... maksudnya fisiknya sih ada, tapi kayak nggak ada nyawanya... Nggak enak banget berdekatan dengan orang yang sedang Bad Mood...
My Personal Trainer sedang Bad Mood... ciri-ciri yang tadi di atas terlihat jelas... Saya sebagai member yang sedang berlatih sangat tidak nyaman. Rasanya pengen marah, pengen cepet pulang; padahal waktu berlatih 1 jam lamanya... Rasanya seperti berjam-jam. Sebetulnya saya mencoba untuk bertanya; what happened?? Tapi... bukan urusan gue kali yaaaa... tidak dijawab..
Latihan hari itu tetap berjalan, hanya terdengar instruksi; 15 x repetisi, 3 set ya.. satu.., dua..,tiga.., dst. Pada saat istirahat sejenak, tidak ada percakapan; saya takut untuk bertanya, Personal Trainer sedang mikirin dirinya sendiri. Biasanya gak kayak begitu pada saat berlatih; ada sedikit becanda, ngobrolin makanan, diri sendiri, hobby, cita-cita, kegiatan lain diluar... pokoknya suasana berlatih tidak kaku dan menyenangkan. Meskipun ada becandanya, latihan tetap serius; nggak ada ampun pada saat angkat beban; nggak boleh cengeng, harus bisa sampai betul-betul nggak kuat. Tapi..., My Personal Trainer sedang Bad Mood, nggak tau apa sebabnya. Siapa yang menjadi korban?? Saya, sebagai membernya. Boleh nggak sih kayak gitu??? Saya kan client lho... udah bayar mahal untuk berlatih...
Saya mencoba untuk mengerti, bahwa semua orang punya masalah dan kadang-kadang tidak bisa menyembunyikan bahwa kita sedang mempunyai masalah. Apalagi My Personal Trainer masih sangat muda, idealis, merasa benar sendiri, dan belum percaya bahwa orang itu harus berubah untuk menjadi yang lebih baik. "Inilah saya" , itu yang ada di benaknya, gak bisa dibelokin dikit ke kanan, dibelokin dikit ke kiri. Ihhhh.. gemes deh... Dulu saya gitu nggak sih waktu seumur sama dia??
Sekali latihan...., maklum deh... mungkin lagi ada masalah dengan pacarnya. Latihan ke dua... e koq masih sama ya... agak gerah ni gue... Pernah saking nyebelinnya latihan hari itu, saya lingkari komentar "TIDAK MEMUASKAN" di form yang harus saya tanda tangani setelah latihan. Latihan berikutnya... agak baekan.. lagi sadar kali dia kalau dia sedang berhadapan dengan Client; bukan ibunya, adiknya, pacarnya, atau siapapun yang boleh2 aja menerima akibat dari Bad Mood nya dia.
Teman latihan saya; yang sama2 menggunakan Personal Trainer menyarankan saya untuk mengganti Personal Trainer, karena Moody banget... nih.. Kadang oke, kadang nggak. Tapi... koq males ya ganti-ganti Personal Trainer. Ini pemikiran saya kenapa saya enggan mengganti Personal Trainer; saya malas beradaptasi lagi, seperti memulai dari awal. Pasti Personal Trainer yang baru pun akan mencari-cari cara yang cocok untuk berlatih dengan saya; maksudnya bukan cara latihannya, tapi lebih ke cara berkomunikasi. Dan lagi, Personal Trainer yang baru perlu mengevaluasi sudah sampai mana pencapaian fitness goal saya, dan saya sekarang berada di level fitness seperti apa; berapa speed yang saya sudah mampu pada saat treadmill, berapa beban yang sudah bisa saya angkat, berapa kali push up saya bisa melakukannya, semuanya meraba-raba lagi. Udah gitu, apakah Personal Trainer yang baru akan lebih baik dari yang sekarang? Gambling juga. Pokoknya banyak kegamangan untuk mengganti Personal Trainer. Mungkin pemikiran saya tidak benar, tapi juga tidak salah.
Satu hal lagi adalah masalah disiplin; My Personal Trainer suka terlambat, beberapa kali tidak masuk pada jadwal yang ditentukan. Mungkin karena saya latihan terlalu pagi, sebelum berangkat kerja atau.. mungkin karena sedang Bad Mood. Kadang-kadang akhirnya saya berlatih sendiri.. udah bisa lah dikit2 menggunakan alat2, karena... I don't want to waste my time... Saya sudah sampai tempat berlatih, masa balik lagi pulang.. atau pergi aja langsung ke kantor. No!! It's not ME.
Kondisi ini membuat saya sedikit tergoncang motivasinya, mental saya agak drop.. Untung Fitness Goal saya sudah tercapai dari sisi angka2; berat badan, body mass index, kadar lemak tubuh. Tinggal mengencangkan otot, melatih fleksibilitas tubuh, dan mantain result yang sudah tercapai.
Mengatasi kondisi ini; saya berusaha untuk tetap stabil moodnya... saya tetap hadir di jadwal latihan saya, tetap berlatih dengan serius meskipun kurang nyaman, saya mengikuti kelas2 yang ada supaya tidak bosan; ikut RPM class, Body Pump Class, Yoga, saya juga mempunyai teman bercerita untuk saling memberi semangat.
Membuat tetap termotivasi untuk terus Berlatih lebih sulit dibandingkan dengan Latihannya itu sendiri. Perlu memaksa diri sendiri untuk tetap termotivasi. Bayangkan hasil yang akan didapat, uang yang sudah dikeluarkan, waktu yang sudah diinvestasikan, menahan diri untuk tidak makan semaunya, tenaga yang sudah dikeluarkan, itu membuat motivasi meningkat kembali.
Tapi, akhirnya pertahanan saya runtuh, kesabaran saya terhadap Personal Trainer yang kedua habis... Saya putuskan untuk mengganti Personal Trainer saya. Mudah2an semua akan baik2 saja..
Ini yang saya belajar; Mental seseorang pada saat memutuskan untuk bekerja; apalagi di bidang jasa dimana kita berhubungan dengan Client harus disiapkan. Kita harus bisa memilah dimana kita bisa mengekspresikan Mood yang tidak baik, apakah Client berhak mendapatkan itu?? Tentunya tidak. Menghormati waktu yang dimiliki Client membuat kita berusaha untuk menepati waktu. Banyak cara untuk tidak terlambat; istirahat lebih cepat, menggunakan alat bantu untuk bangun lebih awal (weker, teman, satpam), dan yang terpenting adalah niat untuk tidak terlambat.
Usia yang masih belia perlu digembleng untuk mempersiapkan mental ini. Perusahaan mempunyai andil yang besar dalam penggemblengan karyawannya.
Saya sebagai Client belajar bahwa mungkin saya yang menyebabkan Personal Trainer Bad Mood, perlu ada komunikasi yang membuat semua tidak menjadi salah paham. Saya juga harus lebih cepat mengambil keputusan untuk supaya motivasi saya tetap terjaga dan objektif saya tercapai.
Dengan tidak mengurangi rasa terima kasih saya sudah dibantu untuk mencapai Goal Fitness saya, saya juga minta maaf kalau saya sebagai Client sangat merepotkan. No hurt feeling yaa... semua untuk kebaikan bersama...
Selamat datang Personal Trainer saya yang baru...
Sabtu, 13 Februari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Hehehe... kalo ganti yang baru, cari yang lebih ganteng mbak... dan anti bete hehe
BalasHapusGitu ya... susah nih kayaknya dapet yang dua2nya.. yang ganteng suka ngerasa kegantengan.. maap ya para Personal Trainer.... No hurt feeling... just feedback..
BalasHapus