Minggu, 20 Desember 2009

"Up and Down" motivasi

Menjalankan "Project" peningkatan kualitas kesehatan dan penampilan ini bukan perkara yang mudah, tetapi perlu perjuangan. Tapi juga bukan suatu hal yang tidak mungkin dilakukan. Beberapa kali saya pernah melakukannya sebelum program yang sekarang ini, dan belum pernah berhasil. Ketidakberhasilan saya bukan karena program yang ditawarkan tidak bagus, tapi pasti karena SAYA nya. Nyatanya banyak orang yang berhasil dengan program-program tersebut.

Pada saat saya memutuskan untuk menjalankan "Project" ini, terus terang saya pun sebenarnya ragu-ragu. Pertama; selama hidup saya, saya belum pernah secara konsisten Olah Raga selama 3 bulan berturut-turut. Saya pernah ikut senam; udah beli baju senam yang agak mahal, beli sepatu, hasilnya hanya bertahan 1,5 bulan saja. Pernah juga ikut fitness di pusat kebugaran yang lain, hanya bertahan 1 bulan. Di "Project" ini, saya dituntut untuk Olah Raga dalam hal ini aerobik dan angkat beban minimal 2 kali seminggu selama 4,5 bulan. Wuih... apakah saya bisa??

Alasan kedua yang membuat saya ragu-ragu; saya harus mengatur pola makan saya. Selama ini, saya adalah penikmat makanan sejati, gak ada makanan yang gak enak buat saya; hanya ada enak dan enak banget. Ibu saya sangat senang melihat saya makan; tidak pernah terlihat tidak antusias dan cara makan saya membuat yang lain ingin makan juga... hahaha. Bos saya, adalah teman yang sangat cocok dalam hal makanan; kesukaan kita hampir sama, bakso, rujak, mie ayam, bubur ayam, nasi uduk, mpek-mpek, siomay, dan masih banyak lagi. Makan siang bersamanya adalah hal yang sangat menyenangkan. Saya pun mempunyai "Gank Bintaro-BSD" yang beranggotakan 4 orang; saya, Maya, Eggi, dan Olia yang suka makan sama-sama. Kalau ada meeting di kantor, "Gank Bintaro-BSD" ini akan pergi dan pulang sama-sama. Beberapa hari sebelum meeting, sudah direncanakan dimana kita akan makan pagi dan dimana kita akan makan malam. Ini tempat-tempat sarapan yang pernah kita cambangi; bubur ayam Bintaro, nasi uduk Pondok Indah, mie ayam Pondok Indah, Bubur Ayam Mexico, Ketupat sayur Padang Casablanca, Bubur Ayam Senopati. Dalam perjalan pulang dari meeting ke Bintaro-BSD kita makan lagi ke Soto Ceker Gandaria, Mie Ayam jl Bumi, RM di jl Veteran, Nasi Goreng Cabe Rawit, Nasi uduk Bintaro, Bakwan Malang Bintaro, dan masih banyak lagi. Kebayang kan betapa ragunya saya untuk memutuskan mengatur pola makan.

Tapi, keputusan sudah diambil, saya akan mencoba ikut program ini. Saya namakan "Project 10 kg dengan fat persen normal". Pelajaran yang saya ambil dalam mengambil keputusan mengikuti program ini adalah langsung memutuskan di pusat kebugaran tersebut, pinter juga tuh marketingnya. Kalau saya menyatakan akan pikir-pikir dulu terus pulang ke rumah, mungkin keputusannya akan berbeda (kebanyakan pikir-pikir soalnya).

Di tengah-tengah perjalanan menjalankan "Project" ini, banyak lho godaan-godaan nya. Waktu kerja yang padat, jalanan yang macet, kadang-kadang membuat frustasi untuk pergi ke tempat latihan (pusat kebugaran). Saya pernah frustasi karena hal tersebut; Hari Selasa jam 7 malam adalah jadwal saya latihan, waktu itu saya sedang meeting di Mall Taman Anggrek. Ngomong-ngomong, tempat latihan saya di BSD. Saya sudah perkirakan, supaya sampai di tempat latihan jam 7 malam, saya harus pulang jam 5 sore. Tetapi apa daya, Bos besar datang memberikan wejangan-wejangan yang cukup panjang. Saya gelisah dan sampai usaha lho untuk membuat Bos besar saya meneruskan pembicaraan keesokan hari (ada yang berani gak tuh kayak gitu?). Akhirnya, jam 6 sore baru selesai, saya langsung lari ke tempat parkir, ganti baju di mobil, sms my Personal Trainer untuk menunggu saya sampai jam 8 malam. Begitu keluar dari Mall Taman Anggrek, hwa... jalanan macet!!! Saya hampir putus asa, hampir aja saya angkat telpon untuk menunda jadwal latihan, tapi Maya mencegah saya melakukannya. Dia bilang usaha dulu sampai batas terakhir, ada jalan baru dari tol menuju Alam Sutra. Setelah melewati kemacetan, saya tancap gas di jalan tol. Jam 7.40 saya sampai di tempat latihan.. O My God... My Personal Trainer tersenyum melihat saya hadir. Kejadian seperti ini bukan sekali dua kali terjadi; pernah juga saya pulang dari Head Office di jl Sudirman, terus jalanan macet dari arteri Pondok Indah, sampai pintu masuk tol Bintaro di jl Veteran.. wah.. Jakarta memang luar biasa, kadang-kadang macetnya kelewatan.

Godaan lain adalah pada saat makan dengan teman-teman kerja. Sudah pasti saya tidak (belum) bisa lagi makan mie ayam, nasi Padang, gorengan-gorengan, es doger, dll. Saya hanya makan nasi merah dengan lauk yang tidak digoreng dan sayur-sayur. Ada beberapa teman yang mendukung saya, tapi ada juga yang agak meragukan keteguhan hati saya menjalankan "Project" ini. Godaan makan dari keluarga gak kalah beratnya; menemani makan my little princess dan my hubby makan Pizza, makan mie, pernah saya lakoni, Saya??? makan jeruk. Pernah ada kejadian, saya dan teman-teman pergi makan siang ke RM Padang, saya bingung mau makan apa karena semuanya bersantan. Teman-teman sudah mulai makan, saya masih bingung mau makan apa. Saya BBM My Personal Trainer menanyakan apa yang boleh saya makan di RM Padang ini, jawabannya "Timun", keterlaluan ya dia... Saya sudah terlanjur memesan Soto Padang, saya pikir ini yang paling aman, gak pake santan soalnya. My Personal Trainer melarang saya makan soto Padang. Saya hampir menangis karena larangan tersebut.

Hal yang paling membuat saya "down" adalah pada saat My Personal Trainer memberitahukan bahwa dia tidak bisa melatih saya lagi, karena akan meraih impiannya di tempat yang lain. "O my God" ... saya sangat shock mendengar berita itu. Bayangkan, saya sudah mempercayakan "Project" besar ini kepadanya. Hampir tidak ada anjuran yang dia katakan saya langgar dalam hal makanan dan latihan. Seharusnya dia masih melatih saya dalam 2 bulan ke depan. Memang akan ada Personal Trainer lain yang akan menggantikan, tapi kan... itu berarti seperti saya memulai dari awal lagi, berkenalan, mencari kecocokan, cari cara komunikasi yang pas.. Aaarggghhh... agak malas saya melakukannya. Tapi... masa saya harus berhenti menjalankan "Project" ini karena itu??

Hal-hal tersebut kadang-kadang membuat saya tidak ingin melanjutkan "Project" ini, toh udah ada perubahan yang cukup significant dengan berat badan dan fat persen saya. Tapi, target belum tercapai dan "Project" belum selesai.

Sering saya bayangkan di akhir "Project" ini, saya bisa menggunakan pakaian dengan ukuran "S", jalan-jalan dengan My Raissa, putri kecil saya yang bangga ibunya tidak kebesaran badan. Saya juga senang dengan pandangan teman-teman yang melihat perubahan penampilan saya dan bisa menginspirasi mereka bahwa mereka bisa melakukan hal yang sama kalau mereka mau. Saya membayangkan, nanti saya akan lebih ringan melangkah, tidak malas, lebih energik karena badan saya bugar. Saya juga membayangkan bagaimana my hubby memandang saya.. Gambaran-gambaran ini bisa mendongkrak motivasi saya untuk terus menjalankan "Project" ini.

Cara lain untuk terus mempertahankan motivasi saya dengan terus datang ke tempat latihan. Bergaul dengan orang-orang yang mempunyai pandangan yang sama, melihat orang-orang yang mempunyai problem yang sama dan berhasil menjalankan programnya. Dengan berada di tempat latihan, kita tidak merasa sendiri, ada teman yang mendukung, ada Personal Trainer yang terus memacu semangat. Di luaran (di luar tempat latihan) kadang-kadang kita seperti orang yang aneh, makan dipilih-pilih; gak makan gorengan, gak minum yang manis dan segar, opininya tidak menikmati hidup.

Selalu berkomunikasi dengan Trainer termasuk dengan Trainer yang baru juga bisa mempertahankan motivasi saya. Menanyakan makanan yang boleh/tidak dimakan, mencurahkan kekesalan karena barengan dengan teman/keluarga yang sedang makan dengan lahap, menceritakan usaha untuk dateng ke tempat latihan, menceritakan teman yang tidak mendukung program saya, diskusi tentang makanan, opini, buku yang dibaca. Yang penting ada yang mendengarkan dan memberi semangat, dan biasanya Personal Trainer adalah orang yang tepat untuk peran ini. Untung My Personal Trainer sama-sama pakai BlackBerry juga, jadi komunikasi lancar karena gratis, hahaha...

Secara periodik, cek progress hasil latihan. Minta sang Personal Trainer untuk membantu melihat "vital sign" tubuh. Timbang berat badan; berapa kg terjadi penurunan berat, lihat penurunan fat persen tubuh, keseimbangan otot, umur tubuh dan lain-lain. Dengan melihat kemajuan yang diperoleh, motivasi untuk terus maju hingga target tercapai meningkat.

Teman-teman, banyak hal yang bisa mencuri apa yang kita mau; kadang-kadang pencurinya adalah orang terdekat. Jadi temukan cara untuk memotivasi diri untuk terus secara konsisten menjalankan program hingga target tercapai. Jangan putus asa, dan sertakan doa untuk diberi kekuatan.

2 komentar:

  1. Mbak Yun, di posting dong foto sebelum dan sesudah menjalankan program ini, supaya orang yang membaca lebih termotivasi untuk mengikuti jejak Mbak Yun.Visualisasi kayanya lebih memotivasi deh :)Setuju gak???

    BalasHapus