Jumat, 18 Desember 2009

"Lapar???" "Nggak tuh....."

Banyak orang melakukan diet dengan penderitaan yang berlebihan; menjadi lemas, pusing, kelaparan dan mengakibatkan tidak dapat beraktivitas seperti biasa. Badannya menjadi lesu, maunya tidur terus, bahkan ada yang sampai pingsan lho... Teman saya pernah mengalaminya. Hal yang wajar, kalau seseorang ingin mendapatkan hasil yang cepat, sehingga melakukan "potong kompas". Opininya; kalau tidak makan, akan cepat menjadi kurus. Bener sih.., tapi lemas tidak berenergi.

Panji, My Personal Trainer bilang; makanlah yang rendah kalori dan rendah fat! Itu pesan yang saya ingat. Nggak dibilang sih nggak boleh makan.. Jadi pengertian saya, ini adalah masalah pemilihan makanan.

Awalnya; saya gak mau ambil pusing, saya hanya ngikutin yang dikatakan Panji. Saya memposisikan My Personal Trainer juga sebagai konsultan saya dalam mengatur pola makan. Sampai sekarang juga masih gitu si.. kalau lagi males mikir.. apa yang saya mau makan, saya tanya ke dia boleh dimakan apa nggak..

Ini pesan pertama; makan Oatmeal untuk pengganti sarapan saya yang biasanya full menu; nasi dan lauk pauk. "What?? Oatmeal" itu komentar saya dengan mata mengernyit. Saya pernah mencobanya, aduuuuhhhh gak enak banget; nggak ada rasa. Bungkusan yang dulu saya beli aja akhirnya dibuang karena nggak kemakan. Dengan sabar Panji menjelaskan, bahwa Oatmeal adalah makanan yang sangat bagus; rendah kalori, kaya serat, membuat kenyang, menurunkan kolestrol. Secara cara kerja, saya kurang paham. Tapi saya sudah memutuskan untuk percaya 99,9% terhadap My Personal Trainer dalam hal ini, jadi saya ngikutin aja. Saya membeli beberapa bungkus oatmeal di supermarket... eee ada yang baru, ada rasanya, kata salesnya si manisnya berasal dari buah; saya beli juga. Lumayan, yang baru ini lebih manusiawi rasanya. Panji menyetujui saya makan oatmeal jenis yang baru, dari pada nggak sama sekali katanya. Meskipun jenis yang lama lebih direkomendasikan.

Pesan kedua : Ganti nasi putih dengan nasi merah... Yang ini saya menanggapi dengan biasa aja.. Apa susahnya sih mengganti nasi putih menjadi nasi merah.. toh sama-sama nasi. Saya beli beras merah di pasar; dan mulai meminta asisten (mbak di rumah) untuk memasak nasi merah. Mulailah saya makan siang dengan nasi merah. Waduh.. koq gak seenak nasi putih ya? Rasanya lebih hambar dan kurang pulen.
Saya tanya ke teman2 bagaimana cara masak nasi merah; ada yang jawab supaya dicampur dengan beras ketan, hmm patut dicoba nih. Tapi pendapat ini tidak diterima oleh teman saya yang juga sama2 sedang menurunkan berat badan; katanya itu sama aja boong. Akhirnya denga trial and error, ditemukan formula yang lumayan tepat: 1 : 4 means.. 1 cup beras : 4 cup air. Lumayan sekarang gak keras lagi seperti dulu. Setiap hari saya membawa nasi merah ke kantor untuk makan siang, lauknya si gimana ntar aja senemunya, yang penting ada sayur dan proteinnya.

Pesan ketiga : Tidak makan nasi untuk makan malam, hanya mengkonsumsi lauk pauk dan sayur. Yang ini lumayan berat buat saya, karena kalau tidur malam pasti kelaperan. Apalagi my hubby seneng banget masak2 untuk makan malam; nasi goreng cabe rawit, mie pake telor, keju, dan kornet (wih.. heboh ya yang ini...), Mie goreng. Biasanya my hubby dengan senang hati membuat 2 porsi masakan; untuknya dan untukku. Masa nolak si udah dibikinin??
Demi target yang sudah diputuskan, saya ikuti pesan untuk tidak makan nasi di malam hari. Ternyata biasa-biasa aja tuh gak makan nasi... nggak kelaparan.

Pesan keempat : Kalau tiba-tiba lapar padahal belum waktunya makan, makanlah buah. Ini lumayan agak merepotkan, karena berarti saya harus selalu sedia buah in 'my hand'. Tapi lama kelamaan biasa juga, saya bawa jeruk atau apel di tas saya.

Bosan melanda pada saat makan pagi, oatmeal melulu gitu lho... Saya mulai komplain. "Apa lagi nih yang boleh dimakan waktu sarapan?" Jawaban My Personal Tranier : "Roti gandum." Lumayanlah ada selingan, dan boleh dioles tipis dengan selai kacang, no margarine!

Masih banyak pesan2 yang disampaikan yang biasanya saya dapatkan kalau saya tanya. Beberapa pesan : Boleh makan durian tapi hanya 1 biji; mendingan gak makan deh kalo cuman 1 aja, ngotorin gigi aja. Boleh makan nangka hanya 2 buah saja; yang ini saya makan juga. Kalau beli siomay, pilih tahu nya dan hanya makan pakai kecap. Kadang-kadang saya tidak mengerti alasan dari pesan2 tersebut, tapi saya lakuin aja; nurut banget ya!!

Ini yang saya baca dari buku :
1. Turunkan konsumsi karbohidrat dan makanlah karbohidrat dengan nilai GI (Glicemic Index) sedang dan rendah. Contohnya : Apel, beras merah, mangga muda, ubi/singkong, pepaya, sayur-sayuran hijau, wortel, yoghurt dan susu skim, bengkoang, brokoli, jelly tanpa gula
2. Makan secukupnya; identifikasikan rasa "kenyang" yang pas disesuaikan juga dengan kalori makanan yang dimakan
3. Makan lebih sering dengan porsi lebih sedikit; ini berhubungan dengan kestabilan gula darah sebagai salah satu indikator nafsu makan. Gula darah yang stabil mengendalikan nafsu makan
4. Selalu sarapan; orang yang konsisten sarapan lebih sedikit mengalami "night-eating syndrome". Dengan tidak sarapan, tubuh akan mengorbankan ototnya untuk bertahan hidup
5. Penuhi kebutuhan protein; protein merupakan zat pembangun, katalis terbentuknya hormon-hormon penting, dan memberikan rasa kenyang lebih lama
6. Konsumsi serat; sayur-sayuran. Nutrisi ini bernilai kalori rendah, mengendalikan nafsu makan, mencegah hormon penyimpan lemak diproduksi dalam tubuh
7. Konsumsi lebih banyak makanan dalam hal volume; hal ini berhubungan dengan memilih makanan-makanan yang tepat. Hindari makanan dengan cara penyajian digoreng atau ditambah mentega; pilih makanan yang dikukus, direbus, dibakar atau dipanggang. Manfaat dari cara ini adalah efek kenyang yang lebih lama, potensi pemenuhan nutrisi mikro lebih baik, menjaga konsistensi diet karena perasaan kenyang terjaga.
Contoh: Nilai kalori nasi merah + ayam bakar kurang lebih 295 kalori, mie instan 400 kalori. Secara volume, nasi merah + ayam bakar lebih banyak dibandingkan dengan mie instan.
8. Mulai secara bertahap

Ini yang paling penting :
Mempunyai "Mindset" bahwa memiliki fisik yang bugar dan sehat itu merupakan kenikmatan yang luar biasa, sehingga perjuangan untuk mendapatkannya juga dianggap sebagai suatu proses yang harus dilalui. Miliki kesungguhan hati yang teguh untuk memiliki kenikmatan tersebut.

Jadi; apakah kita akan lapar dengan mengatur pola makan?? Jawabannya "TIDAK"

3 komentar:

  1. Hmm...sharing yg sangat berguna mbak,berhubung saya juga mau mengecilkan lingkar pinggang,dah sesak rasanya hehehe.
    Resep beras merahnya patut dicoba,secara konsumsi sayur n buah kurang optimal bisa2 kesulitan pas lagi breakcycle perut :)
    Btw sekarang mbak yun terlihat lebih fresh dan cantik...sumpe ga boong...makanya tadi sempet pangling.
    Ok deh ditunggu resep sukses yg lainnya.

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah tulisannya bisa bermanfaat.. terima kasih juga untuk pujiannya.. Baca yang lain sebelum tulisan ini, mungkin bisa diikuti juga..

    BalasHapus
  3. hemm slam kenal mbak
    saya juga mulai ganti nasi dengan oatmeal tapi gak dicampur susu kurang suka karena lengket2 n susah nelan, biasanya sih pake sayur n lauk shari2 lebih enakan di lidah juga n selain bisa nurunin bb bisa efektif nurunin tekanan darah n kolesterol juga loh, makanya saya udah stop nasi hehehe

    BalasHapus