Rabu, 23 Desember 2009

Knowing closely...Personal Trainer

Step berikutnya setelah mendaftarkan diri di Pusat kebugaran tempat saya menjadi member, perkenalan dengan alat-alat yang tersedia di sana. Seorang "Personal Trainer" membantu saya bagaimana cara menggunakan alat dan menjelaskan kegunaannya. Kurang lebih 7 alat diperkenalkan untuk 2 kali pertemuan.. Wuiihh.. sebagai pemula, luar biasa capenya pertemuan tersebut. Setelah itu dilakukan cek "vital sign" tubuh; berat badan, kadar lemak dalam tubuh, komposisi otot dalam tubuh, "Body Mass Index", "Body Age", lingkar pinggang, tangan, dll. "Eng..ing..eng"... kesimpulannya apa ya dari hasil pengecekan tadi?? Hasil2 tersebut dibandingan dengan standard kesehatan tubuh. Contoh : Kadar lemak 35% itu masuk dalam kategori "Poor" atau buruk. Body Mass Index 28 termasuk dalam kategori "overweight". Setelah melihat hasil, biasanya mereka akan menawarkan jasa "Personal Trainer" untuk membuat tubuh lebih sehat, bugar, dan berpenampilan baik. Apa sih "Personal Trainer" itu?

"Personal Trainer" adalah pelatih pribadi yang akan membantu kita secara "one on one" untuk mencapai fitness goal (tujuan kesehatan dan kebugaran tubuh). Fitness goal dibuat berdasarkan hasil pengecekan tubuh dan hasil yang diharapkan. Contoh yang terjadi pada diri saya; Berat badan overweight dan saya ingin menurunkan 10 kg. Kadar lemak tubuh 35% ingin saya turunkan menjadi 23%. Body age 13 tahun lebih tua dari umur sebenarnya ingin dikembalikan ke umur yang sebenarnya. Fitness goal ini penting untuk mengetahui langkah-langkah yang harus dikerjakan untuk mencapainya.

Tidak semua orang yang mendaftarkan diri menjadi anggota pusat kebugaran menggunakan jasa "Personal Trainer". Karena memang ada biaya yang harus diinvestasikan untuk menggunakan jasa tersebut, dan tidak murah. Tetapi jika dibandingkan dengan hasil yang didapat (kalau kita serius), biaya yang dikeluarkan akan "value". Kenapa saya bilang investasi?? karena hasil yang didapat adalah kesehatan dan kebugaran dan yang gak kalah pentingnya adalah penampilan. Sehat itu memang tidak murah, bayangkan kalau kita kena sakit Jantung misalnya; tentu biaya pengobatannya akan lebih mahal dibandingkan biaya yang dikeluarkan untuk menjaga kesehatan.

Seorang "Personal Trainer" akan membuatkan program untuk membernya sesuai dengan "fitness goal" masing-masing member; ada yang ingin menurunkan kadar lemak, membentuk badan, menggemukkan badan, ingin lebih sehat, dll. Setelah program dibuat, mereka akan melatih member dalam menjalankan program tersebut. Latihan dilakukan sesuai kesepakatan antara "Personal Trainer" dengan membernya; yang disarankan adalah 3 kali/minggu dengan durasi 1 jam/latihan. Dalam latihan, akan diajarkan nama alat yang digunakan, manfaat, dan cara menggunakannya. "Personal Trainer" juga akan membetulkan gerakan-gerakan yang salah atau tidak tepat sasaran, dia juga akan membantu menghitung jumlah gerakan, dan akan memberi semangat pada saat kita merasa tidak kuat lagi. Terus terang pada saat "Personal Trainer" memberi semangat, kekuatan untuk menambah gerakan atau mengangkat beban akan meningkat; hal yang kecil kemungkinan terjadi kalau kita melakukannya sendiri. Seorang "Personal Trainer" juga akan mengingatkan membernya untuk tidak malas berlatih, bisa melalui telpon, sms, bbm, facebook, twitter. Dia juga akan memberikan rekomendasi apa-apa saja yang boleh/tidak dimakan, berapa banyak, berapa kali makan. Secara periodik, "Personal Trainer" akan melakukan "body medicine profile" atau cek "vital sign" tubuh dan menginformasikan hasilnya kepada member, sehingga member mengetahui langkah selanjutnya yang harus dilakukan sesuai dengan rekomendasinya. Banyak juga yaaa yang dilakukan "Personal Trainer". Di tengah program berjalan, dia juga akan melakukan adjustment terhadap program yang sudah dibuat untuk masing-masing member jika hasil tidak sesuai dengan yang diharapkan. Itu yang dilakukan untuk satu member; padahal membernya gak cuman satu lho... banyak... Dalam sehari diharapkan dia bisa melatih minimal 6 orang member; wuih... cape juga ya dia... Berarti dia juga harus mampu memanage waktunya dan waktu para membernya, jangan sampai salah jadwal atau bentrok antar member.

Kalau dilihat dari pekerjaan yang dilakukan, banyak juga yaaa keahlian yang diperlukan. "Personal Trainer" harus menguasai semua alat dengan detil, bisa melihat gerakan yang salah, karena kalau member salah menggunakan alat, tentunya hasil yang didapat tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dia juga harus menguasai ilmu tubuh; mengenai kadar lemak tubuh, otot dan segala tetek bengek bagaimana mengubah lemak menjadi otot. Ilmu mengenai nutrisi juga gak kalah penting; mengetahui penghitungan kalori yang dibutuhkan tubuh, makanan-makanan yang rendah kalori, kandungan serat tinggi, kandungan lemak tinggi; sehingga dia bisa merekomendasikan makanan-makanan untuk para member. Dia juga harus kreatif untuk membuat member tidak bosan berlatih dengan cara menggunakan alat-alat yang berbeda pada setiap latihan untuk hasil yang sama atau pada saat peak hour biasanya antara jam 6 sore - 8 malam dimana sedang ramai-ramainya tu pusat kebugaran; kadang-kadang alat-alat full digunakan, dia harus kreatif melatih manual (tanpa alat) tapi tetap hasil yang didapat sama dengan menggunakan alat. Karakteristik member juga macam-macam, jadi keahlian dalam menghadapai member juga diperlukan; ada member yang serius, santai, detil, cerewet, suka marah, tapi ada juga lho member yang baik, perhatian, dan rajin.

Ngomong-ngomong siapa sih para "Personal Trainer" itu? Apakah dia punya latar belakang khusus? Ternyata latar belakang mereka macem-macem; ada yang dari IT, akuntansi... Koq gak nyambung ya.. dengan pekerjaannya. Berangkat dari hobby fitness waktu masa sekolah merupakan salah satu alasan mereka menjadi "Personal Trainer", ada juga yang mengikuti jejak kakaknya yang sudah terlebih dahulu menjadi "Personal Trainer", tentunya ada juga yang memilih profesi tersebut karena melihat industri ini akan menjadi "booming" jadi 'cuan' nya juga jadi banyak kan.... Tapi tidak usah khawatir, meskipun latar belakang mereka macem-macem, mereka sudah ditraining yang cukup dan tentunya mempunyai sertifikat sebagai "Personal Trainer"

Kita sebagai member mempunyai arti tersendiri buat "Personal Trainer", karena kita adalah klien buat mereka. Kita adalah murid yang sedang dilatih untuk mencapai "fitness goal"-nya. Untuk supaya membuat hubungan lebih mudah, mereka berusaha menjadikan kita sebagai teman, kalau teman kan lebih enak ngomongnya, ngasih taunya, dan kalau ada kesalahan lebih mudah saling memaafkan.

Menurut beberapa "Personal Trainer" yang saya tanya, keberhasilan mereka adalah pada saat melihat membernya tersenyum bahagia karena "fitness goal" nya tercapai. Ah...senangnya saya pada saat mereka mengatakan itu, berarti "Personal Trainer" merasa bertanggung jawab atas keberhasilan para membernya. Mereka sangat senang melihat member nya merubah pola hidupnya menjadi lebih sehat dan mempunyai penampilan yang menarik.

Tentunya banyak hal-hal yang menyenangkan sebagai "Personal Trainer"; mereka bisa latihan gratis di tempat mereka bekerja; kita kan bayar lho kalo mau berlatih di situ. Mereka bisa berkenalan dengan banyak orang dari berbagai macam latar belakang, suasana kerja yang menyenangkan, banyak member yang cantik-cantik (standard lah kalau laki-laki sih), yang lebih menyenangkan banyak member yang perhatian; suka ditraktir, dikasih hadiah (pasti member ini merasakan manfaat yang luar biasa dari "Personal Trainer")

Ada kesenangan pasti juga ada kendala. Kendala yang dihadapi "Personal Trainer" pada saat melakukan tanggungjawabnya, terutama dalam menghadapi membernya. Salah satu kendala yang dihadapi adalah kalau member meng-cancel jadwal latihan; yang berarti dia harus mengatur lagi jadwal berikutnya, dan yang pasti berarti pada saat jam tersebut menjadi tidak ada jadwal means tidak produktif. Kendala lainnya menghadapi member yang malas, suka bohong menginformasikan makanan yang dimakan, berat badannya naik lagi padahal sebelumnya sudah turun. Kadang-kadang mereka juga harus adjust program yang sudah dibuat karena tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan. Kendala lain dari tempat mereka bekerja, dimana mereka juga ditargetkan untuk mendapatkan member sebanyak-banyaknya, kadang-kadang mereka diminta bekerja melebihi dari jam seharusnya untuk target tersebut. Juga mereka harus produktif, minimal 6 member dilatih dalam 1 hari bekerja.. Kalau masalah target sih.. sama aja dengan tempat kita bekerja juga, semua pasti ada target..

Kita sebagai member yang sudah menggunakan jasa "Personal Trainer" kadang-kadang mempunyai harapan yang sangat tinggi terhadap mereka, soalnya udah bayar mahal. Namanya juga "Personal", seperti mengartikan mereka sebagai milik kita sendiri, jadi kadang-kadang semau kita. Merasa bebas bisa mengatur jadwal, meng-cancel jadwal, bebas menghubungi, bebas bertanya. Padahal jangan lupa, "Personal Trainer" juga manusia biasa, yang mempunyai mimpi, mempunyai kelebihan dan kekurangan, milik banyak orang, mempunyai prioritas lain selain diri kita. Apa lagi kebanyakan dari mereka masih muda belia, masih mempunyai mimpi yang tinggi, belum banyak pengalaman hidup, mempunyai kehidupan sosial yang berbeda dengan kita.

Jadi.. saling belajarlah.. "Personal Trainer" belajar mengerti harapan para membernya, dan kita sebagai member belajar mengerti siapa itu sosok "Personal Trainer"

2 komentar:

  1. Setuju bgt mbak..

    tambahan sedikit dari aku, saat ini malah aku merasa dgn ada nya PT-ku ini, aku betul2 semangat utk olahraga.

    Dan ditambah lagi, akhir2nya aku malah jd sering curhat bareng PT-ku.. (waaah, menurut mbak Yuni, apa ini sdh "melampaui batas?") hehehehe...
    Mudah2an sih ga ya mbak, krn PT-ku ini termasuk org yang "asyik" diajak ngobrol dan bercanda..

    Tulis lagi yg banyak ya mbak ttg dunia fitness n PT nya. Seneng bgt deh bacanya. (Ayu)

    BalasHapus
  2. Hahaha... selama PT nya bersedia dicurhatin si ya nggak apa-apa... tapi jangan curhat masalah keluarga ya.... yuk kita ketemuan...

    BalasHapus