Minggu, 06 Desember 2009

Adakah waktu untuk Olah Raga??

"Gak ada waktu" itu jawaban yang sering dilontarkan orang-orang kalau disuruh Olah Raga. Jawaban itu juga yang dulu sering saya ucapkan.
Sebetulnya, bener gak sih gak ada waktu? Jawabannya: Bener banget kalau gak disediakan waktunya.

Ini yang saya belajar:
Ada 6 aspek dalam kehidupan yang seyogyanya kita pikirkan untuk dicapai : Materi, Spiritual, Mental, Fisik, Keluarga, Sosial. Materi bisa diartikan dengan kondisi keuangan kita, kekayaan yang kita miliki; Spiritual menggambarkan bagaimana hubungan kita dengan yang di atas; Mental menggambarkan bagaimana mental kita sekarang ini, apakah baik/cukup/kurang baik; Fisik menggambarkan bagaimana kondisi kesehatan kita; Keluarga menggambarkan bagaimana hubungan kita dengan keluarga; Sosial menggambarkan kehidupan sosial/pertemanan/komunitas. Jika kita nilai dengan skala 1-10, masing-masing aspek kehidupan mungkin mempunyai nilai yang berbeda dalam hal pencapaiannya. Banyak faktor yang membuat berbeda; kondisi, usia, lingkungan, pemikiran, dsb. Untuk kehidupan yang seimbang, seyogyanya 6 aspek kehidupan tersebut mempunyai nilai yang sama. Mari sama2 kita menilai diri kita masing-masing, berapakah nilai yang kita berikan untuk masing-masing aspek tersebut. Kebanyakan orang menilai aspek fisik dengan nilai rata-rata, karena memang sedikit sekali orang yang mengecek tingkat kesehatannya pada saat tidak sakit. Contoh; jarang sekali dari kita ini yang melakukan medical check up secara rutin. Sehingga, nilai kesehatan bisa langsung menjadi jelek, karena kita tidak mengetahui riwayatnya.

Pada saat tulisan ini dibuat, saya sedang berusaha meningkatkan nilai aspek fisik saya. Kenapa? Pertama; karena setelah saya cek "vital sign" tubuh saya terlihat ada kecenderungan bahwa saya akan menuju tidak sehat; kegemukan adalah salah satu faktor penyebab beberapa penyakit yang menyulitkan, seperti diabetes, jantung, osteoporosis. Kedua; kondisi fisik saya menyebabkan saya cepat lelah dan malas bergerak, padahal saya masih sangat membutuhkan energi yang besar untuk membesarkan anak saya, memperhatikan keluarga yang saya cintai, dan bermanfaat untuk orang lain. Ketiga; tidak dapat dipungkiri, sebagai seorang wanita biasa, saya ingin tampil lebih menarik minimal enak dilihat lah kalau usia tidak dapat dibohongi.. hahaha..

Mengapa alasan2 itu penting? Penting sekali untuk dikemukakan, karena dengan begitu kita akan menyediakan waktu untuk hal2 yang diperlukan dalam pencapaian aspek tersebut. Akan lebih terukur keberhasilan dari target tersebut kalau kita buat dalam 1 statement misi. Ini statement misi yang saya buat : "Saya akan menurunkan berat badan 10 kg dengan fat persen ideal dalam waktu 3 bulan" Buatlah statement yang SMART; Specific, Measurable, Attainable, Realistic, Time Bound.
Setelah misi kita jelas, kita harus mengetahui hal2 apa yang harus kita lakukan untuk pencapaian tersebut? Senang atau tidak senang, jawabannya adalah Olah Raga dan mengatur pola makan! Olah Raga diperlukan untuk membakar lemak yang sudah banyak banget ada di tubuh saya dan membentuk otot supaya pembakaran lemak mudah terjadi. Mengatur pola makan sangat penting sehingga tidak terjadi lagi penumpukan lemak di dalam tubuh. Perlu diingat, bahwa mengatur pola makan bukan berarti kita akan kelaparan; tetapi memilih makanan yang tepat dengan porsi yang cukup dan tepat waktu.

Sekarang pertanyaannya, bagaimana saya mengatur waktu untuk Olah Raga. Kita sama2 punya waktu 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Gak ada yang berbeda; yang berbeda bagaimana kita menggunakan waktu yang jumlahnya sama. Waktu yang digunakan disesuaikan juga dengan peran kita masing-masing. Banyak peran yang saya mainkan; sebagai istri, sebagai ibu, sebagai hamba Allah, sebagai pekerja, sebagai anak, sebagai kakak, dan sebagai diri saya sendiri.

Dengan menggunakan perfomance matrix kita bisa memasukkan kegiatan2 kita sesuai dengan apa yang bernilai bagi kita sekarang ini dan peran kita masing2 ke dalam kategori seberapa urgent dan pentingnya kegiatan tersebut. Kategori 1 dari performance matrix adalah untuk kegiatan2 yang sifatnya penting dan urgent, kategori 2 untuk hal2 yang penting dan tidak urgent, kategori 3 untuk hal2 yang tidak penting tapi urgent, kategori 4 untuk kegiatan yang tidak penting dan tidak urgent. Jika kita lihat dari sifat masing2 kategori tersebut, seharusnya kita lebih banyak menggunakan waktu kita untuk kegiatan2 kita di kategori ke 2.
Buat saya sekarang ini, Olah Raga sudah ada di kategori ke 1; Penting dan urgent, jadi tentunya saya akan meluangkan waktu saya untuk kegiatan tersebut. Mungkin beberapa orang akan memasukkan hal tersebut ke kategori no 2; itu adalah hal yang sangat baik, karena berarti melakukan tindakan preventif.

Begini cara saya membagi waktu untuk kegiatan2 yang bernilai buat saya disesuaikan dengan peran2 penting yang saya mainkan :
1. Sebagai istri dan ibu, saya menyiapkan kebutuhan anak dan suami di pagi hari
2. Sebagai pekerja, saya bekerja dari Senin sampai Jum'at
3. Sebagai Hamba Allah, saya mengikuti pengajian setiap Senin, Rabu, Kamis malam, dan Sabtu pagi (minimal saya luangkan waktu 2 kali dalam 1 minggu)
4. Sebagai ibu yang anaknya sekolah, saya mengajari menulis, membaca, buat PR sepulang kerja atau sebelum pengajian atau pada saat malam hari tidak kemana-mana
5. Sebagai istri, ibu, anak, kakak, saya meluangkan waktu berkumpul bersama di hari Sabtu atau Minggu, juga saya lakukan pada saat pengajian bersama.
6. Sebagai diri sendiri, saya Olah Raga hari Selasa, Jumat malam dan Minggu pagi (minimal 2 kali seminggu).
Saya jarang sekali nonton TV; buat saya sekarang ini, itu adalah kegiatan yang kurang penting dan tidak urgent. Saya hanya nonton TV pada saat makan dengan keluarga atau berkumpul dengan keluarga, tidak ada waktu khusus yang saya sediakan untuk kegiatan ini. Saya hanya membaca headline koran; tidak semua saya baca. Saya juga jarang "hang out" dengan teman-teman, hanya sekali-sekali saya lakukan.
Ada juga beberapa kegiatan yang saya delegasikan; seperti memasak, merapikan rumah, mencuci baju, menyetrika. Hanya sekali-sekali saya memasak (kalau diminta masak sesuatu), sekali-sekali ikut membersihkan rumah dengan detil.

Kadang-kadang rencana itu juga tidak 100 persen terlaksana. Tapi minimal saya sudah merencanakan penggunaan waktu-waktu saya. Saya ingin menggunakan waktu-waktu saya lebih bermakna, seperti buku yang sedang saya baca sekarang ini.

Ayo teman-teman, gunakan waktu anda sebaik mungkin. Karena waktu yang sudah lewat tidak bisa diambil lagi. Gunakan waktu untuk hal2 yang benilai dan untuk orang2 yang anda cintai.

5 komentar:

  1. Setelah saya baca tulisan ini saya semakin sadar ternyata ilmu yg kita dapat dipekerjaan sangat mungkin kita gunakan di kehidupan sosial kita dengan tujuan untuk mempermudah menjalankan kehidupan dan supaya menjadikan kualitas hidup kita semakin bernilai baik untuk kita sendiri maupun untuk orang2 disekeliling kita.
    Wass
    Rudi H

    BalasHapus
  2. betul sekali Rudi.. ilmu bisa diaplikasikan di mana saja..

    BalasHapus
  3. 1. Action Plan dan SMART itu memang superb ya...bukan cuma untuk di tempat kerja (McD) aja
    2. Salut bwt mba,saya juga mau punya time schedule yg lebih baik lagi biar bisa mencapai tujuan

    BalasHapus
  4. SIP lah Detri... Apalagi jadi ibu rumah tangga.. pekerjaan seabreg ya Detri gak ada habisnya.. Belum bantu suami... Ma kasih udah mampir ya..

    BalasHapus
  5. Salam Kenal... Setuju deh..
    Nanya boleh kan? Ada g ya... Tips agar badan tidak cepat loyo saat beraktifitas di siang hari...?? Trus, Ada g info mengenai baju senam yang lagy trendy?
    -Thanks-

    BalasHapus