Rabu, 30 Desember 2009
Serba-serbi Fitness Center
Bagaimana saya memilih Fitness Center???
Saya sedang dalam perjalanan untuk keperluan belanja bulanan dengan my Hubby dan my Little Princess, Raissa. Dengan kecepatan sedang mobil berjalan menuju salah satu mall terdekat dengan rumah saya. Pandangan saya tertuju ke sebelah kanan jalan, hei...ada mall baru!! Beberapa brand yang cukup ternama terpampang namanya akan mengisi mall tersebut dan salah satunya terdapat "signage" salah satu Fitness Center yang Brand nya sudah terkenal. Boleh juga nih untuk dilihat...
Ternyata Fitness Center ini sedang melakukan promosi dengan berpameran di dekat supermarket tempat saya berbelanja, kebetulan nih... saya akan mampir untuk tanya-tanya. Apa yang menjadi pertimbangan saya dalam memilih Fitness Center ini?
Pertama adalah lokasi yang tidak terlalu jauh dari rumah dan merupakan jalan pergi atau pulang kalau saya pergi bekerja. Kenapa begitu? Dengan ketersediaan waktu saya untuk berolah raga sebelum dan sesudah bekerja, persyaratan ini mutlak saya perlukan. Jika memungkinkan berolah raga pagi hari, saya akan tiba di Fitness Center tersebut jam 7 pagi dengan membawa perlengkapan kerja lengkap, kurang lebih jam 8 pagi langsung berangkat ke tempat kerja. Kalau jadwal nya malam, kurang lebih jam 7-8 malam saya sampai di Fitness Center; langsung dari kantor, dan 2 jam kemudian saya pulang ke rumah. Pertimbangan ini membuat saya lebih efisien dan tidak enggan untuk pergi ke Fitness Center.
Pertimbangan ke dua adalah "Brand" Fitness Center tersebut. Tentunya dengan "Brand" yang sudah ternama, fasilitas yang disediakan pasti lebih dari cukup, disamping suasana yang mendukung dan trainer yang handal. Sedikit gambaran mengenai "Fitness Center" yang saya pilih; Ruang tempat berlatih sangat luas, terdiri dari 3 lantai. Di lantai pertama, tersedia kurang lebih 10 alat untuk Treadmill, 5 alat untuk Cross Trainer, dan beberapa alat latihan lainnya. Terdapat juga 1 ruangan untuk RPM (sepeda static) class, dan 1 area untuk latihan tanpa menggunakan alat. Di sebelah kiri sebelum masuk area latihan, terdapat "Locker Room" yang terpisah untuk pria dan wanita. Ruangannya cukup luas, terdapat sekitar 200 locker untuk menyimpan barang-barang pada saat kita berlatih, Shower dengan air panas dan dingin yang dilengkapi dengan sabun dan shampo, toilet, dan ruang sauna. Tidak kalah pentingya tersedia beberapa "hair dyer" dan timbangan badan. Di lantai 2, juga tersedia beberapa treadmill dan beberapa alat latihan lainnya, 1 ruangan untuk "aerobic class" demikian halnya dengan lantai 3. Tersedia juga lapangan basket; katanya ini satu2 nya di Indonesia.
"Air Conditioning" yang selalu menyala dengan temperatur yang pas, "lighting' yang membuat suasana mendukung untuk berolah raga, dan musik yang enak didengar menjadi kelebihan "Fitness Center" ini. Menurut my Personal Trainer, musik bisa menambah kekuatan sebesar 10 persen pada saat kita melakukan angkat beban. Hebat juga nih pengetahuan my Personal Trainer.
Para Personal Trainer yang handal juga merupakan salah satu pertimbangan yang perlu dipikirkan. Apakah mereka ditraining dengan baik dan mempunyai sertifikat sebagai Personal Trainer. Di tempat ini, mereka mempunyai sertifikat sebagai Personal Trainer dari lembaga ternama dan dapat dipercaya.
Fitness Center ini juga menyediakan banyak "class" untuk para membernya; dan tidak dipungut bayaran lagi untuk mengikuti "class" tersebut. Ada Yoga, Aerobic, RPM, body combat, pilates, latin dance, dan masih banyak "class" lainnya. "Class" selalu berjalan sesuai skedul, berapa pun jumlah member yang mengikuti "class" tersebut. Komitmen yang bagus dari Fitness center ini.
Kebersihan di Fitness Center ini pun sangat diperhatikan; handuk yang selalu bersih, harum, dan terlipat rapi, shower room, locker room, alat-alat latihan, ruangan yang selalu bersih. Terdapat beberapa petugas yang selalu wara-wiri membersihkan dan mngecek kebersihan hal-hal tersebut.
Staf2 yang bekerja mempunyai hospitality yang baik , customer service nya, mbak dan mas yang menyediakan handuk, petugas kebersihan, para Personal Trainer, Manager yang bertanggung jawab di tempat tersebut, marketing, semua ramah-ramah dan sangat 'helpfull'.
Memang kondisi ini mempengaruhi saya untuk selalu datang kesana; bagus kan... jadi rajin Olah Raga dari pada rajin jalan-jalan ke mall... hehehe...
Pertimbangan lain dalam memilih Fitness Center adalah Harga keanggotaan. Memang dengan fasilitas yang dimiliki oleh Fitness Center ini, harga nya tidak murah, tapi juga tidak terlalu mahal. Ya 'value' lah antara uang yang dikeluarkan dengan apa yang kita dapat. Tapi kalau hasil yang ingin didapat adalah kesehatan yang prima, jadi gak mahal deh....
Mungkin teman-teman mempunyai pertimbangan lain dalam memilih Fitness Center, No Problem!! Yang penting tujuan untuk membuat tubuh menjadi sehat tercapai.
Rabu, 23 Desember 2009
Knowing closely...Personal Trainer
"Personal Trainer" adalah pelatih pribadi yang akan membantu kita secara "one on one" untuk mencapai fitness goal (tujuan kesehatan dan kebugaran tubuh). Fitness goal dibuat berdasarkan hasil pengecekan tubuh dan hasil yang diharapkan. Contoh yang terjadi pada diri saya; Berat badan overweight dan saya ingin menurunkan 10 kg. Kadar lemak tubuh 35% ingin saya turunkan menjadi 23%. Body age 13 tahun lebih tua dari umur sebenarnya ingin dikembalikan ke umur yang sebenarnya. Fitness goal ini penting untuk mengetahui langkah-langkah yang harus dikerjakan untuk mencapainya.
Tidak semua orang yang mendaftarkan diri menjadi anggota pusat kebugaran menggunakan jasa "Personal Trainer". Karena memang ada biaya yang harus diinvestasikan untuk menggunakan jasa tersebut, dan tidak murah. Tetapi jika dibandingkan dengan hasil yang didapat (kalau kita serius), biaya yang dikeluarkan akan "value". Kenapa saya bilang investasi?? karena hasil yang didapat adalah kesehatan dan kebugaran dan yang gak kalah pentingnya adalah penampilan. Sehat itu memang tidak murah, bayangkan kalau kita kena sakit Jantung misalnya; tentu biaya pengobatannya akan lebih mahal dibandingkan biaya yang dikeluarkan untuk menjaga kesehatan.
Seorang "Personal Trainer" akan membuatkan program untuk membernya sesuai dengan "fitness goal" masing-masing member; ada yang ingin menurunkan kadar lemak, membentuk badan, menggemukkan badan, ingin lebih sehat, dll. Setelah program dibuat, mereka akan melatih member dalam menjalankan program tersebut. Latihan dilakukan sesuai kesepakatan antara "Personal Trainer" dengan membernya; yang disarankan adalah 3 kali/minggu dengan durasi 1 jam/latihan. Dalam latihan, akan diajarkan nama alat yang digunakan, manfaat, dan cara menggunakannya. "Personal Trainer" juga akan membetulkan gerakan-gerakan yang salah atau tidak tepat sasaran, dia juga akan membantu menghitung jumlah gerakan, dan akan memberi semangat pada saat kita merasa tidak kuat lagi. Terus terang pada saat "Personal Trainer" memberi semangat, kekuatan untuk menambah gerakan atau mengangkat beban akan meningkat; hal yang kecil kemungkinan terjadi kalau kita melakukannya sendiri. Seorang "Personal Trainer" juga akan mengingatkan membernya untuk tidak malas berlatih, bisa melalui telpon, sms, bbm, facebook, twitter. Dia juga akan memberikan rekomendasi apa-apa saja yang boleh/tidak dimakan, berapa banyak, berapa kali makan. Secara periodik, "Personal Trainer" akan melakukan "body medicine profile" atau cek "vital sign" tubuh dan menginformasikan hasilnya kepada member, sehingga member mengetahui langkah selanjutnya yang harus dilakukan sesuai dengan rekomendasinya. Banyak juga yaaa yang dilakukan "Personal Trainer". Di tengah program berjalan, dia juga akan melakukan adjustment terhadap program yang sudah dibuat untuk masing-masing member jika hasil tidak sesuai dengan yang diharapkan. Itu yang dilakukan untuk satu member; padahal membernya gak cuman satu lho... banyak... Dalam sehari diharapkan dia bisa melatih minimal 6 orang member; wuih... cape juga ya dia... Berarti dia juga harus mampu memanage waktunya dan waktu para membernya, jangan sampai salah jadwal atau bentrok antar member.
Kalau dilihat dari pekerjaan yang dilakukan, banyak juga yaaa keahlian yang diperlukan. "Personal Trainer" harus menguasai semua alat dengan detil, bisa melihat gerakan yang salah, karena kalau member salah menggunakan alat, tentunya hasil yang didapat tidak sesuai dengan yang diharapkan. Dia juga harus menguasai ilmu tubuh; mengenai kadar lemak tubuh, otot dan segala tetek bengek bagaimana mengubah lemak menjadi otot. Ilmu mengenai nutrisi juga gak kalah penting; mengetahui penghitungan kalori yang dibutuhkan tubuh, makanan-makanan yang rendah kalori, kandungan serat tinggi, kandungan lemak tinggi; sehingga dia bisa merekomendasikan makanan-makanan untuk para member. Dia juga harus kreatif untuk membuat member tidak bosan berlatih dengan cara menggunakan alat-alat yang berbeda pada setiap latihan untuk hasil yang sama atau pada saat peak hour biasanya antara jam 6 sore - 8 malam dimana sedang ramai-ramainya tu pusat kebugaran; kadang-kadang alat-alat full digunakan, dia harus kreatif melatih manual (tanpa alat) tapi tetap hasil yang didapat sama dengan menggunakan alat. Karakteristik member juga macam-macam, jadi keahlian dalam menghadapai member juga diperlukan; ada member yang serius, santai, detil, cerewet, suka marah, tapi ada juga lho member yang baik, perhatian, dan rajin.
Ngomong-ngomong siapa sih para "Personal Trainer" itu? Apakah dia punya latar belakang khusus? Ternyata latar belakang mereka macem-macem; ada yang dari IT, akuntansi... Koq gak nyambung ya.. dengan pekerjaannya. Berangkat dari hobby fitness waktu masa sekolah merupakan salah satu alasan mereka menjadi "Personal Trainer", ada juga yang mengikuti jejak kakaknya yang sudah terlebih dahulu menjadi "Personal Trainer", tentunya ada juga yang memilih profesi tersebut karena melihat industri ini akan menjadi "booming" jadi 'cuan' nya juga jadi banyak kan.... Tapi tidak usah khawatir, meskipun latar belakang mereka macem-macem, mereka sudah ditraining yang cukup dan tentunya mempunyai sertifikat sebagai "Personal Trainer"
Kita sebagai member mempunyai arti tersendiri buat "Personal Trainer", karena kita adalah klien buat mereka. Kita adalah murid yang sedang dilatih untuk mencapai "fitness goal"-nya. Untuk supaya membuat hubungan lebih mudah, mereka berusaha menjadikan kita sebagai teman, kalau teman kan lebih enak ngomongnya, ngasih taunya, dan kalau ada kesalahan lebih mudah saling memaafkan.
Menurut beberapa "Personal Trainer" yang saya tanya, keberhasilan mereka adalah pada saat melihat membernya tersenyum bahagia karena "fitness goal" nya tercapai. Ah...senangnya saya pada saat mereka mengatakan itu, berarti "Personal Trainer" merasa bertanggung jawab atas keberhasilan para membernya. Mereka sangat senang melihat member nya merubah pola hidupnya menjadi lebih sehat dan mempunyai penampilan yang menarik.
Tentunya banyak hal-hal yang menyenangkan sebagai "Personal Trainer"; mereka bisa latihan gratis di tempat mereka bekerja; kita kan bayar lho kalo mau berlatih di situ. Mereka bisa berkenalan dengan banyak orang dari berbagai macam latar belakang, suasana kerja yang menyenangkan, banyak member yang cantik-cantik (standard lah kalau laki-laki sih), yang lebih menyenangkan banyak member yang perhatian; suka ditraktir, dikasih hadiah (pasti member ini merasakan manfaat yang luar biasa dari "Personal Trainer")
Ada kesenangan pasti juga ada kendala. Kendala yang dihadapi "Personal Trainer" pada saat melakukan tanggungjawabnya, terutama dalam menghadapi membernya. Salah satu kendala yang dihadapi adalah kalau member meng-cancel jadwal latihan; yang berarti dia harus mengatur lagi jadwal berikutnya, dan yang pasti berarti pada saat jam tersebut menjadi tidak ada jadwal means tidak produktif. Kendala lainnya menghadapi member yang malas, suka bohong menginformasikan makanan yang dimakan, berat badannya naik lagi padahal sebelumnya sudah turun. Kadang-kadang mereka juga harus adjust program yang sudah dibuat karena tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan. Kendala lain dari tempat mereka bekerja, dimana mereka juga ditargetkan untuk mendapatkan member sebanyak-banyaknya, kadang-kadang mereka diminta bekerja melebihi dari jam seharusnya untuk target tersebut. Juga mereka harus produktif, minimal 6 member dilatih dalam 1 hari bekerja.. Kalau masalah target sih.. sama aja dengan tempat kita bekerja juga, semua pasti ada target..
Kita sebagai member yang sudah menggunakan jasa "Personal Trainer" kadang-kadang mempunyai harapan yang sangat tinggi terhadap mereka, soalnya udah bayar mahal. Namanya juga "Personal", seperti mengartikan mereka sebagai milik kita sendiri, jadi kadang-kadang semau kita. Merasa bebas bisa mengatur jadwal, meng-cancel jadwal, bebas menghubungi, bebas bertanya. Padahal jangan lupa, "Personal Trainer" juga manusia biasa, yang mempunyai mimpi, mempunyai kelebihan dan kekurangan, milik banyak orang, mempunyai prioritas lain selain diri kita. Apa lagi kebanyakan dari mereka masih muda belia, masih mempunyai mimpi yang tinggi, belum banyak pengalaman hidup, mempunyai kehidupan sosial yang berbeda dengan kita.
Jadi.. saling belajarlah.. "Personal Trainer" belajar mengerti harapan para membernya, dan kita sebagai member belajar mengerti siapa itu sosok "Personal Trainer"
Minggu, 20 Desember 2009
"Up and Down" motivasi
Pada saat saya memutuskan untuk menjalankan "Project" ini, terus terang saya pun sebenarnya ragu-ragu. Pertama; selama hidup saya, saya belum pernah secara konsisten Olah Raga selama 3 bulan berturut-turut. Saya pernah ikut senam; udah beli baju senam yang agak mahal, beli sepatu, hasilnya hanya bertahan 1,5 bulan saja. Pernah juga ikut fitness di pusat kebugaran yang lain, hanya bertahan 1 bulan. Di "Project" ini, saya dituntut untuk Olah Raga dalam hal ini aerobik dan angkat beban minimal 2 kali seminggu selama 4,5 bulan. Wuih... apakah saya bisa??
Alasan kedua yang membuat saya ragu-ragu; saya harus mengatur pola makan saya. Selama ini, saya adalah penikmat makanan sejati, gak ada makanan yang gak enak buat saya; hanya ada enak dan enak banget. Ibu saya sangat senang melihat saya makan; tidak pernah terlihat tidak antusias dan cara makan saya membuat yang lain ingin makan juga... hahaha. Bos saya, adalah teman yang sangat cocok dalam hal makanan; kesukaan kita hampir sama, bakso, rujak, mie ayam, bubur ayam, nasi uduk, mpek-mpek, siomay, dan masih banyak lagi. Makan siang bersamanya adalah hal yang sangat menyenangkan. Saya pun mempunyai "Gank Bintaro-BSD" yang beranggotakan 4 orang; saya, Maya, Eggi, dan Olia yang suka makan sama-sama. Kalau ada meeting di kantor, "Gank Bintaro-BSD" ini akan pergi dan pulang sama-sama. Beberapa hari sebelum meeting, sudah direncanakan dimana kita akan makan pagi dan dimana kita akan makan malam. Ini tempat-tempat sarapan yang pernah kita cambangi; bubur ayam Bintaro, nasi uduk Pondok Indah, mie ayam Pondok Indah, Bubur Ayam Mexico, Ketupat sayur Padang Casablanca, Bubur Ayam Senopati. Dalam perjalan pulang dari meeting ke Bintaro-BSD kita makan lagi ke Soto Ceker Gandaria, Mie Ayam jl Bumi, RM di jl Veteran, Nasi Goreng Cabe Rawit, Nasi uduk Bintaro, Bakwan Malang Bintaro, dan masih banyak lagi. Kebayang kan betapa ragunya saya untuk memutuskan mengatur pola makan.
Tapi, keputusan sudah diambil, saya akan mencoba ikut program ini. Saya namakan "Project 10 kg dengan fat persen normal". Pelajaran yang saya ambil dalam mengambil keputusan mengikuti program ini adalah langsung memutuskan di pusat kebugaran tersebut, pinter juga tuh marketingnya. Kalau saya menyatakan akan pikir-pikir dulu terus pulang ke rumah, mungkin keputusannya akan berbeda (kebanyakan pikir-pikir soalnya).
Di tengah-tengah perjalanan menjalankan "Project" ini, banyak lho godaan-godaan nya. Waktu kerja yang padat, jalanan yang macet, kadang-kadang membuat frustasi untuk pergi ke tempat latihan (pusat kebugaran). Saya pernah frustasi karena hal tersebut; Hari Selasa jam 7 malam adalah jadwal saya latihan, waktu itu saya sedang meeting di Mall Taman Anggrek. Ngomong-ngomong, tempat latihan saya di BSD. Saya sudah perkirakan, supaya sampai di tempat latihan jam 7 malam, saya harus pulang jam 5 sore. Tetapi apa daya, Bos besar datang memberikan wejangan-wejangan yang cukup panjang. Saya gelisah dan sampai usaha lho untuk membuat Bos besar saya meneruskan pembicaraan keesokan hari (ada yang berani gak tuh kayak gitu?). Akhirnya, jam 6 sore baru selesai, saya langsung lari ke tempat parkir, ganti baju di mobil, sms my Personal Trainer untuk menunggu saya sampai jam 8 malam. Begitu keluar dari Mall Taman Anggrek, hwa... jalanan macet!!! Saya hampir putus asa, hampir aja saya angkat telpon untuk menunda jadwal latihan, tapi Maya mencegah saya melakukannya. Dia bilang usaha dulu sampai batas terakhir, ada jalan baru dari tol menuju Alam Sutra. Setelah melewati kemacetan, saya tancap gas di jalan tol. Jam 7.40 saya sampai di tempat latihan.. O My God... My Personal Trainer tersenyum melihat saya hadir. Kejadian seperti ini bukan sekali dua kali terjadi; pernah juga saya pulang dari Head Office di jl Sudirman, terus jalanan macet dari arteri Pondok Indah, sampai pintu masuk tol Bintaro di jl Veteran.. wah.. Jakarta memang luar biasa, kadang-kadang macetnya kelewatan.
Godaan lain adalah pada saat makan dengan teman-teman kerja. Sudah pasti saya tidak (belum) bisa lagi makan mie ayam, nasi Padang, gorengan-gorengan, es doger, dll. Saya hanya makan nasi merah dengan lauk yang tidak digoreng dan sayur-sayur. Ada beberapa teman yang mendukung saya, tapi ada juga yang agak meragukan keteguhan hati saya menjalankan "Project" ini. Godaan makan dari keluarga gak kalah beratnya; menemani makan my little princess dan my hubby makan Pizza, makan mie, pernah saya lakoni, Saya??? makan jeruk. Pernah ada kejadian, saya dan teman-teman pergi makan siang ke RM Padang, saya bingung mau makan apa karena semuanya bersantan. Teman-teman sudah mulai makan, saya masih bingung mau makan apa. Saya BBM My Personal Trainer menanyakan apa yang boleh saya makan di RM Padang ini, jawabannya "Timun", keterlaluan ya dia... Saya sudah terlanjur memesan Soto Padang, saya pikir ini yang paling aman, gak pake santan soalnya. My Personal Trainer melarang saya makan soto Padang. Saya hampir menangis karena larangan tersebut.
Hal yang paling membuat saya "down" adalah pada saat My Personal Trainer memberitahukan bahwa dia tidak bisa melatih saya lagi, karena akan meraih impiannya di tempat yang lain. "O my God" ... saya sangat shock mendengar berita itu. Bayangkan, saya sudah mempercayakan "Project" besar ini kepadanya. Hampir tidak ada anjuran yang dia katakan saya langgar dalam hal makanan dan latihan. Seharusnya dia masih melatih saya dalam 2 bulan ke depan. Memang akan ada Personal Trainer lain yang akan menggantikan, tapi kan... itu berarti seperti saya memulai dari awal lagi, berkenalan, mencari kecocokan, cari cara komunikasi yang pas.. Aaarggghhh... agak malas saya melakukannya. Tapi... masa saya harus berhenti menjalankan "Project" ini karena itu??
Hal-hal tersebut kadang-kadang membuat saya tidak ingin melanjutkan "Project" ini, toh udah ada perubahan yang cukup significant dengan berat badan dan fat persen saya. Tapi, target belum tercapai dan "Project" belum selesai.
Sering saya bayangkan di akhir "Project" ini, saya bisa menggunakan pakaian dengan ukuran "S", jalan-jalan dengan My Raissa, putri kecil saya yang bangga ibunya tidak kebesaran badan. Saya juga senang dengan pandangan teman-teman yang melihat perubahan penampilan saya dan bisa menginspirasi mereka bahwa mereka bisa melakukan hal yang sama kalau mereka mau. Saya membayangkan, nanti saya akan lebih ringan melangkah, tidak malas, lebih energik karena badan saya bugar. Saya juga membayangkan bagaimana my hubby memandang saya.. Gambaran-gambaran ini bisa mendongkrak motivasi saya untuk terus menjalankan "Project" ini.
Cara lain untuk terus mempertahankan motivasi saya dengan terus datang ke tempat latihan. Bergaul dengan orang-orang yang mempunyai pandangan yang sama, melihat orang-orang yang mempunyai problem yang sama dan berhasil menjalankan programnya. Dengan berada di tempat latihan, kita tidak merasa sendiri, ada teman yang mendukung, ada Personal Trainer yang terus memacu semangat. Di luaran (di luar tempat latihan) kadang-kadang kita seperti orang yang aneh, makan dipilih-pilih; gak makan gorengan, gak minum yang manis dan segar, opininya tidak menikmati hidup.
Selalu berkomunikasi dengan Trainer termasuk dengan Trainer yang baru juga bisa mempertahankan motivasi saya. Menanyakan makanan yang boleh/tidak dimakan, mencurahkan kekesalan karena barengan dengan teman/keluarga yang sedang makan dengan lahap, menceritakan usaha untuk dateng ke tempat latihan, menceritakan teman yang tidak mendukung program saya, diskusi tentang makanan, opini, buku yang dibaca. Yang penting ada yang mendengarkan dan memberi semangat, dan biasanya Personal Trainer adalah orang yang tepat untuk peran ini. Untung My Personal Trainer sama-sama pakai BlackBerry juga, jadi komunikasi lancar karena gratis, hahaha...
Secara periodik, cek progress hasil latihan. Minta sang Personal Trainer untuk membantu melihat "vital sign" tubuh. Timbang berat badan; berapa kg terjadi penurunan berat, lihat penurunan fat persen tubuh, keseimbangan otot, umur tubuh dan lain-lain. Dengan melihat kemajuan yang diperoleh, motivasi untuk terus maju hingga target tercapai meningkat.
Teman-teman, banyak hal yang bisa mencuri apa yang kita mau; kadang-kadang pencurinya adalah orang terdekat. Jadi temukan cara untuk memotivasi diri untuk terus secara konsisten menjalankan program hingga target tercapai. Jangan putus asa, dan sertakan doa untuk diberi kekuatan.
Jumat, 18 Desember 2009
"Lapar???" "Nggak tuh....."
Panji, My Personal Trainer bilang; makanlah yang rendah kalori dan rendah fat! Itu pesan yang saya ingat. Nggak dibilang sih nggak boleh makan.. Jadi pengertian saya, ini adalah masalah pemilihan makanan.
Awalnya; saya gak mau ambil pusing, saya hanya ngikutin yang dikatakan Panji. Saya memposisikan My Personal Trainer juga sebagai konsultan saya dalam mengatur pola makan. Sampai sekarang juga masih gitu si.. kalau lagi males mikir.. apa yang saya mau makan, saya tanya ke dia boleh dimakan apa nggak..
Ini pesan pertama; makan Oatmeal untuk pengganti sarapan saya yang biasanya full menu; nasi dan lauk pauk. "What?? Oatmeal" itu komentar saya dengan mata mengernyit. Saya pernah mencobanya, aduuuuhhhh gak enak banget; nggak ada rasa. Bungkusan yang dulu saya beli aja akhirnya dibuang karena nggak kemakan. Dengan sabar Panji menjelaskan, bahwa Oatmeal adalah makanan yang sangat bagus; rendah kalori, kaya serat, membuat kenyang, menurunkan kolestrol. Secara cara kerja, saya kurang paham. Tapi saya sudah memutuskan untuk percaya 99,9% terhadap My Personal Trainer dalam hal ini, jadi saya ngikutin aja. Saya membeli beberapa bungkus oatmeal di supermarket... eee ada yang baru, ada rasanya, kata salesnya si manisnya berasal dari buah; saya beli juga. Lumayan, yang baru ini lebih manusiawi rasanya. Panji menyetujui saya makan oatmeal jenis yang baru, dari pada nggak sama sekali katanya. Meskipun jenis yang lama lebih direkomendasikan.
Pesan kedua : Ganti nasi putih dengan nasi merah... Yang ini saya menanggapi dengan biasa aja.. Apa susahnya sih mengganti nasi putih menjadi nasi merah.. toh sama-sama nasi. Saya beli beras merah di pasar; dan mulai meminta asisten (mbak di rumah) untuk memasak nasi merah. Mulailah saya makan siang dengan nasi merah. Waduh.. koq gak seenak nasi putih ya? Rasanya lebih hambar dan kurang pulen.
Saya tanya ke teman2 bagaimana cara masak nasi merah; ada yang jawab supaya dicampur dengan beras ketan, hmm patut dicoba nih. Tapi pendapat ini tidak diterima oleh teman saya yang juga sama2 sedang menurunkan berat badan; katanya itu sama aja boong. Akhirnya denga trial and error, ditemukan formula yang lumayan tepat: 1 : 4 means.. 1 cup beras : 4 cup air. Lumayan sekarang gak keras lagi seperti dulu. Setiap hari saya membawa nasi merah ke kantor untuk makan siang, lauknya si gimana ntar aja senemunya, yang penting ada sayur dan proteinnya.
Pesan ketiga : Tidak makan nasi untuk makan malam, hanya mengkonsumsi lauk pauk dan sayur. Yang ini lumayan berat buat saya, karena kalau tidur malam pasti kelaperan. Apalagi my hubby seneng banget masak2 untuk makan malam; nasi goreng cabe rawit, mie pake telor, keju, dan kornet (wih.. heboh ya yang ini...), Mie goreng. Biasanya my hubby dengan senang hati membuat 2 porsi masakan; untuknya dan untukku. Masa nolak si udah dibikinin??
Demi target yang sudah diputuskan, saya ikuti pesan untuk tidak makan nasi di malam hari. Ternyata biasa-biasa aja tuh gak makan nasi... nggak kelaparan.
Pesan keempat : Kalau tiba-tiba lapar padahal belum waktunya makan, makanlah buah. Ini lumayan agak merepotkan, karena berarti saya harus selalu sedia buah in 'my hand'. Tapi lama kelamaan biasa juga, saya bawa jeruk atau apel di tas saya.
Bosan melanda pada saat makan pagi, oatmeal melulu gitu lho... Saya mulai komplain. "Apa lagi nih yang boleh dimakan waktu sarapan?" Jawaban My Personal Tranier : "Roti gandum." Lumayanlah ada selingan, dan boleh dioles tipis dengan selai kacang, no margarine!
Masih banyak pesan2 yang disampaikan yang biasanya saya dapatkan kalau saya tanya. Beberapa pesan : Boleh makan durian tapi hanya 1 biji; mendingan gak makan deh kalo cuman 1 aja, ngotorin gigi aja. Boleh makan nangka hanya 2 buah saja; yang ini saya makan juga. Kalau beli siomay, pilih tahu nya dan hanya makan pakai kecap. Kadang-kadang saya tidak mengerti alasan dari pesan2 tersebut, tapi saya lakuin aja; nurut banget ya!!
Ini yang saya baca dari buku :
1. Turunkan konsumsi karbohidrat dan makanlah karbohidrat dengan nilai GI (Glicemic Index) sedang dan rendah. Contohnya : Apel, beras merah, mangga muda, ubi/singkong, pepaya, sayur-sayuran hijau, wortel, yoghurt dan susu skim, bengkoang, brokoli, jelly tanpa gula
2. Makan secukupnya; identifikasikan rasa "kenyang" yang pas disesuaikan juga dengan kalori makanan yang dimakan
3. Makan lebih sering dengan porsi lebih sedikit; ini berhubungan dengan kestabilan gula darah sebagai salah satu indikator nafsu makan. Gula darah yang stabil mengendalikan nafsu makan
4. Selalu sarapan; orang yang konsisten sarapan lebih sedikit mengalami "night-eating syndrome". Dengan tidak sarapan, tubuh akan mengorbankan ototnya untuk bertahan hidup
5. Penuhi kebutuhan protein; protein merupakan zat pembangun, katalis terbentuknya hormon-hormon penting, dan memberikan rasa kenyang lebih lama
6. Konsumsi serat; sayur-sayuran. Nutrisi ini bernilai kalori rendah, mengendalikan nafsu makan, mencegah hormon penyimpan lemak diproduksi dalam tubuh
7. Konsumsi lebih banyak makanan dalam hal volume; hal ini berhubungan dengan memilih makanan-makanan yang tepat. Hindari makanan dengan cara penyajian digoreng atau ditambah mentega; pilih makanan yang dikukus, direbus, dibakar atau dipanggang. Manfaat dari cara ini adalah efek kenyang yang lebih lama, potensi pemenuhan nutrisi mikro lebih baik, menjaga konsistensi diet karena perasaan kenyang terjaga.
Contoh: Nilai kalori nasi merah + ayam bakar kurang lebih 295 kalori, mie instan 400 kalori. Secara volume, nasi merah + ayam bakar lebih banyak dibandingkan dengan mie instan.
8. Mulai secara bertahap
Ini yang paling penting :
Mempunyai "Mindset" bahwa memiliki fisik yang bugar dan sehat itu merupakan kenikmatan yang luar biasa, sehingga perjuangan untuk mendapatkannya juga dianggap sebagai suatu proses yang harus dilalui. Miliki kesungguhan hati yang teguh untuk memiliki kenikmatan tersebut.
Jadi; apakah kita akan lapar dengan mengatur pola makan?? Jawabannya "TIDAK"
Senin, 07 Desember 2009
"Cecet coet" di locker room
"Aduh, banyak tugas nih.. tadi aja hampir gak kesini."
"Ya, pak..ya..ya..., bentar lagi saya sampai di kantor."
"Berapa harganya, jeng? Bagus juga yang lo pake..."
Itu adalah sebagian percakapan yang ada di Locker Room; ruang ganti pusat kebugaran tempat saya menjadi member-nya; pada saat para wanita sedang mempersiapkan diri untuk memulai aktivitasnya atau setelah selesai.
Locker Room ini cukup luas; ukuran sekitar 8 x 15 m2, jumlah locker sekitar 200, jumlah ruang mandi 24, toilet 4. Ruangannya bersih, terdengar suara musik yang sama dengan di tempat latihan; kebanyakan yang berirama menghentak, AC nya cukup; gak kedinginan dan nggak kepanasan. Tersedia air dengan temperatur dingin hingga panas untuk mandi, disediakan juga shampo dan sabun; keliatannya bukan yang murahan juga. Tidak ketinggalan 7 buah hair dryer untuk mengeringkan rambut dan kaca di sepanjang dinding yang tersedia. Dan yang pastinya tidak boleh tidak ada adalah timbangan badan. Beberapa petugas yang juga wanita selalu stand by membersihkan R mandi, menyapu, membersihkan toilet dan wastafel. Ruangan yang cukup nyaman untuk juga duduk-duduk di situ sambil mengeringkan rambut dan ngobrol-ngobrol.
Di jam-jam tertentu ruangan ini sangat ramai; terutama saat menjelang kelas akan dimulai atau setelah kelas selesai. Memang pusat kebugaran ini menyediakan kelas2 yang cukup banyak; ada RPM class (sepeda static), Aerobic, Body Pump, Latin Dance, Pilates, Yoga, dan masih banyak lagi. Saya perhatikan, masing-masing kelas mempunyai komunitas sendiri sendiri. Anak-anak muda mungkin usia 18-25 tahun lebih banyak mengikuti kelas RPM dan kelas2 yang hi-impact. Ibu-ibu lebih banyak ikut aerobik, menggunakan PT, atau hanya treadmill saja.
Pertama kali saya masuk ke ruangan ini, cukup kaget juga. Kenapa?? Aduh... bebas banget ya ganti bajunya.. ada yang cuman pakai anduk aja, pakaian dalam saja, bahkan ada juga yang polos... hihihi.. kalo ada laki2 menyelinap gimana ya? Atau ada 'hidden camera', atau tiba2 ada gempa yang memaksa mereka keluar ruangan itu.. wah pasti heboh banget. Tapi lama-lama saya terbiasa juga, malah kadang2 ngikut.. hehehe.
Pembicaraan para member macem2 lho.. tergantung komunitasnya.
Ini pembicaraan para mahasiswa (mahasiswa koq banyak duitnya ya.. bisa jadi member di sini) :
"Tugas belom selesai nih, ntar dari sini ngerjain lagi"
"Mudah2an dosen nya gak dateng deh ntar"
"Dari sini mau kemana lo?"
"Ma, jemput bentar lagi ya.. lagi ganti nih.. aku tunggu di pinggir jalan"
"Ntar sore gw jemput ya, jangan lupa bawa titipan gw"
Kalau ibu2 muda gimana pembicaraannya?
"Aduh.. anak-anak lagi ulangan nih.. stress juga ngajarinnya"
"Iya, tadi habis anter ke sekolah.., ntar dari sini balik lagi ke sekolah"
"Tunggu bentar ya nak.., bentar lagi ibu pulang.."
"Celana lo bagus juga, beli dimana?"
"Koq si Ina gak dateng ya, padahal pesenan bantalnya udah jadi nih"
Omongan ibu2 setengah baya yang "agak-agak" :
"Bosen gw di rumah, mendingan ke sini aja banyak yang diliat"
"PT yang ini susah atur jadwalnya, ya udah lah ganti aja"
"Aw.. ganteng banget, ntar sore aku ketemu dia"
"Ntar ketemu di bawah ya"
"Iya, kemarin abis dari Eropa, lumayan lah 1 bulan keliling-keliling"
"Itu lho yang kemarin suaminya jatuh pesawatnya, sekarang dia ikut pelayanan, jalan-jalan terus ke luar negri"
Ada juga yang ngomong sendiri... bukan lagi gila, tapi lagi telpon dengan bos nya, kliennya; cuman pake anduk lho... gimana kalo lawan bicara tau ya...
Ada juga yang "autis", senyum-senyum sendiri sambil BBM-an atau sms an.. Ini yang sering saya lakukan sambil nguping pembicaraan di sekitar.. hehehe.. buat bahan nulis cerita ini.
Semua pembicaraan-pembicaraan itu dilakukan dengan bebagai gaya; ada yang sambil pakai celana dalam, sambil bedakan, nyisir, pake make up, buka baju, hair dryer, pakai kaos kaki, sepatu, semprotin parfum, pake roll on. Ada juga yang sambil duduk doang dengan pose cuman pake anduk atau pakaian dalam.
Haduh... ruangan ini lucu juga... Kalau penasaran, masuk aja... Eits!!! laki2 dilarang masuk ya... Just for woman only!!
Minggu, 06 Desember 2009
Adakah waktu untuk Olah Raga??
Sebetulnya, bener gak sih gak ada waktu? Jawabannya: Bener banget kalau gak disediakan waktunya.
Ini yang saya belajar:
Ada 6 aspek dalam kehidupan yang seyogyanya kita pikirkan untuk dicapai : Materi, Spiritual, Mental, Fisik, Keluarga, Sosial. Materi bisa diartikan dengan kondisi keuangan kita, kekayaan yang kita miliki; Spiritual menggambarkan bagaimana hubungan kita dengan yang di atas; Mental menggambarkan bagaimana mental kita sekarang ini, apakah baik/cukup/kurang baik; Fisik menggambarkan bagaimana kondisi kesehatan kita; Keluarga menggambarkan bagaimana hubungan kita dengan keluarga; Sosial menggambarkan kehidupan sosial/pertemanan/komunitas. Jika kita nilai dengan skala 1-10, masing-masing aspek kehidupan mungkin mempunyai nilai yang berbeda dalam hal pencapaiannya. Banyak faktor yang membuat berbeda; kondisi, usia, lingkungan, pemikiran, dsb. Untuk kehidupan yang seimbang, seyogyanya 6 aspek kehidupan tersebut mempunyai nilai yang sama. Mari sama2 kita menilai diri kita masing-masing, berapakah nilai yang kita berikan untuk masing-masing aspek tersebut. Kebanyakan orang menilai aspek fisik dengan nilai rata-rata, karena memang sedikit sekali orang yang mengecek tingkat kesehatannya pada saat tidak sakit. Contoh; jarang sekali dari kita ini yang melakukan medical check up secara rutin. Sehingga, nilai kesehatan bisa langsung menjadi jelek, karena kita tidak mengetahui riwayatnya.
Pada saat tulisan ini dibuat, saya sedang berusaha meningkatkan nilai aspek fisik saya. Kenapa? Pertama; karena setelah saya cek "vital sign" tubuh saya terlihat ada kecenderungan bahwa saya akan menuju tidak sehat; kegemukan adalah salah satu faktor penyebab beberapa penyakit yang menyulitkan, seperti diabetes, jantung, osteoporosis. Kedua; kondisi fisik saya menyebabkan saya cepat lelah dan malas bergerak, padahal saya masih sangat membutuhkan energi yang besar untuk membesarkan anak saya, memperhatikan keluarga yang saya cintai, dan bermanfaat untuk orang lain. Ketiga; tidak dapat dipungkiri, sebagai seorang wanita biasa, saya ingin tampil lebih menarik minimal enak dilihat lah kalau usia tidak dapat dibohongi.. hahaha..
Mengapa alasan2 itu penting? Penting sekali untuk dikemukakan, karena dengan begitu kita akan menyediakan waktu untuk hal2 yang diperlukan dalam pencapaian aspek tersebut. Akan lebih terukur keberhasilan dari target tersebut kalau kita buat dalam 1 statement misi. Ini statement misi yang saya buat : "Saya akan menurunkan berat badan 10 kg dengan fat persen ideal dalam waktu 3 bulan" Buatlah statement yang SMART; Specific, Measurable, Attainable, Realistic, Time Bound.
Setelah misi kita jelas, kita harus mengetahui hal2 apa yang harus kita lakukan untuk pencapaian tersebut? Senang atau tidak senang, jawabannya adalah Olah Raga dan mengatur pola makan! Olah Raga diperlukan untuk membakar lemak yang sudah banyak banget ada di tubuh saya dan membentuk otot supaya pembakaran lemak mudah terjadi. Mengatur pola makan sangat penting sehingga tidak terjadi lagi penumpukan lemak di dalam tubuh. Perlu diingat, bahwa mengatur pola makan bukan berarti kita akan kelaparan; tetapi memilih makanan yang tepat dengan porsi yang cukup dan tepat waktu.
Sekarang pertanyaannya, bagaimana saya mengatur waktu untuk Olah Raga. Kita sama2 punya waktu 24 jam sehari, 7 hari seminggu. Gak ada yang berbeda; yang berbeda bagaimana kita menggunakan waktu yang jumlahnya sama. Waktu yang digunakan disesuaikan juga dengan peran kita masing-masing. Banyak peran yang saya mainkan; sebagai istri, sebagai ibu, sebagai hamba Allah, sebagai pekerja, sebagai anak, sebagai kakak, dan sebagai diri saya sendiri.
Dengan menggunakan perfomance matrix kita bisa memasukkan kegiatan2 kita sesuai dengan apa yang bernilai bagi kita sekarang ini dan peran kita masing2 ke dalam kategori seberapa urgent dan pentingnya kegiatan tersebut. Kategori 1 dari performance matrix adalah untuk kegiatan2 yang sifatnya penting dan urgent, kategori 2 untuk hal2 yang penting dan tidak urgent, kategori 3 untuk hal2 yang tidak penting tapi urgent, kategori 4 untuk kegiatan yang tidak penting dan tidak urgent. Jika kita lihat dari sifat masing2 kategori tersebut, seharusnya kita lebih banyak menggunakan waktu kita untuk kegiatan2 kita di kategori ke 2.
Buat saya sekarang ini, Olah Raga sudah ada di kategori ke 1; Penting dan urgent, jadi tentunya saya akan meluangkan waktu saya untuk kegiatan tersebut. Mungkin beberapa orang akan memasukkan hal tersebut ke kategori no 2; itu adalah hal yang sangat baik, karena berarti melakukan tindakan preventif.
Begini cara saya membagi waktu untuk kegiatan2 yang bernilai buat saya disesuaikan dengan peran2 penting yang saya mainkan :
1. Sebagai istri dan ibu, saya menyiapkan kebutuhan anak dan suami di pagi hari
2. Sebagai pekerja, saya bekerja dari Senin sampai Jum'at
3. Sebagai Hamba Allah, saya mengikuti pengajian setiap Senin, Rabu, Kamis malam, dan Sabtu pagi (minimal saya luangkan waktu 2 kali dalam 1 minggu)
4. Sebagai ibu yang anaknya sekolah, saya mengajari menulis, membaca, buat PR sepulang kerja atau sebelum pengajian atau pada saat malam hari tidak kemana-mana
5. Sebagai istri, ibu, anak, kakak, saya meluangkan waktu berkumpul bersama di hari Sabtu atau Minggu, juga saya lakukan pada saat pengajian bersama.
6. Sebagai diri sendiri, saya Olah Raga hari Selasa, Jumat malam dan Minggu pagi (minimal 2 kali seminggu).
Saya jarang sekali nonton TV; buat saya sekarang ini, itu adalah kegiatan yang kurang penting dan tidak urgent. Saya hanya nonton TV pada saat makan dengan keluarga atau berkumpul dengan keluarga, tidak ada waktu khusus yang saya sediakan untuk kegiatan ini. Saya hanya membaca headline koran; tidak semua saya baca. Saya juga jarang "hang out" dengan teman-teman, hanya sekali-sekali saya lakukan.
Ada juga beberapa kegiatan yang saya delegasikan; seperti memasak, merapikan rumah, mencuci baju, menyetrika. Hanya sekali-sekali saya memasak (kalau diminta masak sesuatu), sekali-sekali ikut membersihkan rumah dengan detil.
Kadang-kadang rencana itu juga tidak 100 persen terlaksana. Tapi minimal saya sudah merencanakan penggunaan waktu-waktu saya. Saya ingin menggunakan waktu-waktu saya lebih bermakna, seperti buku yang sedang saya baca sekarang ini.
Ayo teman-teman, gunakan waktu anda sebaik mungkin. Karena waktu yang sudah lewat tidak bisa diambil lagi. Gunakan waktu untuk hal2 yang benilai dan untuk orang2 yang anda cintai.
Selasa, 01 Desember 2009
Party di rumah mbak Retno
Dua bulan belakangan ini, saya dengan beberapa rekan kerja mempersiapkan project yang akan dilaunch pada awal tahun depan. Sudah beberapa kali meeting kita lakukan, mulai dari mendengarkan paparan visi dan misi dari General Manager, penentuan project leader, brain storming ide2, memilih ide2 yang akan digunakan, pembagian tugas, dsb.
Biasanya, meeting dilakukan di Head office atau di restoran dan memakan waktu 3-4 jam. Meeting yang cukup menguras pikiran dan tenaga, karena kita harus mengeluarkan ide2 yang out of the box.
Jumat ini, akan ada meeting lanjutan. Project Leader meminta waktu kita sehari penuh.... wuih.... luar biasa. Kebayang dong capenya dan garing kalau meetingnya di Head Office. Meeting sehari penuh kan perlu energi yang banyak, ya gak? Makanan apa yang ada di Head office?? Paling cuman ada makanan2 kecil dari mpok Oneng dan teh botol tentunya..
My Blackberry bergetar, ada e mail dari Mbak Retno, salah satu tim di project ini. Tulisannya begini: "Mau di mana meetingnya?? Di rumah saya atau di Head Office." Tidak lama setelah e mail itu, beberapa kali my BB bergetar karena balasan teman2 di project menanggapi e mail Mbak Retno. Sudah bisa diduga, 100% memilih meeting di rumah mbak Retno.
Banyak alasan kenapa semua memilih di rumah mbak Retno; rumahnya besar, ada kolam renang, wifi, lega, pake AC... tapi yang paling menarik, karena mbak Retno senang menjamu teman2nya dengan makanan yang enak-enak. Beberapa kali mbak Retno membawa Brownies bakar dan Banana Bread ke kantor.. Hm... yummiee.. rasanya legit tapi gak "magteg". Saya paling suka Banana Breadnya, rasa pisang dalam adonan rotinya begitu menggoda, pas sekali rasanya.. Two thumbs up buat Banana Bread buatan mbak Retno.
Saya agak terintimidasi dengan acara ini, takut tergoda dengan makanan2 lezat itu.. Bisa kacau program yang sedang saya jalankan. Tapi..... 'tring-tring'... saya ingat kalau mbak Retno selalu membawa makan sendiri ke kantor, isinya nasi merah dan sayur2an dicampur dengan olive oil... Hahaha... saya pernah dikasih mbak Retno makanan itu ketika saya ditinggal makan siang oleh teman-teman. Rasanya.... weks!!! gak ada rasa... saya menghabiskan nasi merah + sayur2an itu karena gak enak sama mbak Retno. Ternyata mbak Retno sekarang menjalankan gaya hidup sehat, salah satunya dengan makan makanan sehat. Mbak Retno juga rajin Gym dan menggunakan Profesional Trainer untuk menjaga kesehatan dan kebugaran tubuhnya.
Ini makanan yang ditawarkan mbak Retno di email untuk makan siang : Burger, Hot dog, Grilled chicken, French Fries, Brownies, Banana Bread, dan makanan jajanan pasar... Saya reply e mail mbak Retno : " mbak Retno, sediain nasi merah ya..." Jawaban mbak Reno :"oke". Cukup melegakan...
Hari H nya tiba; hidangan pertama disajikan.. aneka jajanan pasar; ada pastel, lapis, bolu kukus, kroket, lemper, sosis solo, dan banyak lagi. Teman2 langsung menyerbu; gak ada deh yang makan cuman 1 potong.. rata-rata 2-3 potong. Tadinya saya gak akan makan, tapi tergoda juga lho... saya makan 1 potong pastel pake cabe rawit tentunya. Ennnnak banget!! Adonan di dalem pastelnya itu lho... campuran daging cincang, wortel, buncis, dan kentang... hm.... rasanya pengen nambah lagi... tapi STOP!! Mbak Retno memandang saya, dia tau kalau saya sedang menjalan program menurunkan berat badan. Dengan sigapnya mbak Retno menawarkan buah-buahan.. Haduh.. suka cita sekali saya mendengarkannya. Mbak Retno menyiapkan sepiring besar buah-buahan berisi potongan-potongan kecil mangga, apel, pepaya, nenas, dan jeruk.
Meeting dimulai, semua team konsentrasi menuangkan ide2 nya. Kadang-kadang terjadi keributan-keributan kecil, guyonan-guyonan, cela-celaan, tapi serius juga sih... Kalau mulai kehabisan ide, pada ke meja makan ambil makanan dan minuman. Termasuk saya, tapi saya hanya ngemil buah-buahan.
Adzan berkumandang, menandakan para pria yang muslim dipanggil ke mesjid untuk sholat Jum'at. Yang tidak sholat Jum'at mulai memasak.... ya.. "Barbeque Party".. Teman2 mulai memanggang 3 jenis daging hidangan. Sosis yang gede, ukurannya kurang lebih 15 cm dengan diameter 4 cm, bukan sosis biasa yang kecil2, tapi sosis kelas premium... pasti enak banget. Olahan daging burger yang tebel banget. Mbak Retno buat adonan sendiri untuk daging burger ini, sehingga ukurannya tebal dan bumbunya sangat terasa, hmmmmm..... haruuuum. Yang ketiga, chicken yang sudah dimarinasi dengan barbeque saus. Ternyata para lelaki lebih jago lho dalam urusan ini, mereka semangat banget memanggang para daging2 yang jumlahnya cukup banyak. Harumnya panggangan terasa sampai meja makan......
Waktu makan tiba, semua tim sudah lengkap di meja... Semua mulai menyiapkan makanan masing2; ada yang buat hot dog, burger, dan mulai menyusun makanan di piring masing2. Hampir semua tim menambah lauknya pada saat santapan pertama habis. Kalau saja saya mengikuti keinginan, pasti saya akan melakukan hal yang sama. Tapi...., saya ingat dengan komitmen yang telah saya buat. Saya hanya makan 1 grilled chicken bagian dada dan nasi merah. Ditambah sepotong kecil daging untuk burger (yang ini penasaran aja, soalnya semua bilang uennaaakkkk.... banget). Hhhhmmmmmm.... semua sangat bersemangat makan sambil becanda, tangan berseliweran di atas meja makan, bolak balik ke panggangan karena masih ada yang belum mateng, mulut terus bergerak mengunyah... seru banget.. Saya pun merasakan kegembiraan itu meskipun saya tidak terlalu banyak makan...
Jam makan selesai!! dilanjutkan dengan meeting sesi ke 2.... produktivitas agak menurun, karena kekenyangan.. mata mulai kiyip2, otak sulit untuk berpikir... Penyakit sesudah makan siang mulai melanda... Tapi..., meeting ini harus membuahkan action plan.. Mbak Retno mulai memberi semangat semua tim untuk terus bekerja..
Jam 3 sore: perlu energi baru, udah pada gak tahan... 15 minutes break... Mbak Retno mulai sibuk lagi mengeluarkan "DESSERT"!!! dan kopi... Banana Bread dan Brownies andalan Mbak Retno.. Tangan mulai berseliweran di atas meja, mulut kembali mengunyah dan menyeruput kopi buatan mbak Retno. Teman2, kira2 saya ikutan makan gak???? Hmmmmm... kali ini, saya BERHASIL menahan diri... saya ngemil buah yang masih ada di mangkok, nggak kalah enaknya dengan Banana Bread dan Brownies (.... hehehe... menghibur diri...). Meeting dilanjutkan lebih produktif, karena harus menghasilkan action plan di jam 4 sore!!
Jam 4 sore : konsep sudah selesai, mbak Retno membacakan apa2 saja yang sudah kita kerjakan sehari penuh... Luar biasa!!! Meeting selesai dengan hasil yang memuaskan!! Puas dalam arti menghasilkan sebuah konsep dengan action plan nya, perut kenyang dengan makanan yang luar biasa banyak dan enak. Ditambah buah tangan untuk dibawa pulang.... BROWNIES!! Kalau yang dibawa pulang ini saya tidak menolak.. bukan untuk saya, tapi untuk my little princess dan my hubby di rumah...
Teman2, kalau komitmen sudah dibuat; godaan2 tidak akan berarti untuk kita.. kadang meleset dikit, tapi kita akan kembali pada track nya. Komitmen sangat penting dalam pencapaian suatu target.
Salah satu komitmen yang saya buat adalah mengikuti saran my Personal Trainer untuk makan rendah kalori dan fat. Dan dalam situasi party ini; Saya merasa berhasil mempertahankan komitmen yang sudah dibuat untuk tidak makan lebih dari seharusnya dengan pilihan-pilihan makanan tertentu.
Terima kasih mbak Retno untuk juga menyiapkan makanan pilihan untuk saya.... Terima kasih my Personal Trainer yang memberikan support untuk mempertahankan komitmen yang sudah dibuat. Terima kasih Tuhan untuk nikmat luar biasa yang telah Engkau berikan....
Minggu, 29 November 2009
"Ini yang biasa" versus "Kali ini"
Weekend ini saya harus pergi ke Medan, bukan jalan2 lho.... tapi dalam rangka bekerja. Saya harus memverifikasi Operation Consultant saya, Yan, bagaimana cara melakukan FOR; Full Operation Review. FOR adalah salah satu alat yang digunakan oleh tempat bekerja saya bagaimana mereview sistem bekerja di restoran. Ya, betul.. saya bekerja di restoran yang mempunyai sistem sangat bagus.
Saya berangkat hari Jum'at jam 8 pagi, menggunakan pesawat Garuda. Alhamdulillah pesawat tepat waktu. Halimah, LSM executive saya, menemani saya ke Medan. Halimah mempunyai objektif sendiri, melihat bagaimana pengembangan sales di Medan.
Masih 1 jam pesawat take off, saya ajak Halimah menunggu di Lounge Bandara. Ini yang biasa saya makan pada saat menunggu di Lounge: Mie goreng, tahu dan tempe goreng, dan teh manis. Sarapan kali ini bukan itu menunya, saya kan sedang reduce fat; sop sayur dan secangkir teh tawar menjadi pilihan saya. Cukup lah untuk mengisi perut yang kosong.. Demikian halnya di pesawat, saya hanya makan buah dan sepotong sosis dilengkapi dengan teh tawar. Omelet yang biasa saya makan habis, kali ini tidak dimakan, karena kadar lemak kuning telur sangat tinggi.
Jam 3 sore; Yan memberi kode untuk memulai test product. Test product adalah salah satu item yang harus dinilai pada saat FOR; di sini kita harus mencoba 4 jenis produk yang dijual; Burger, ayam, nasi, dan french fries. Juga harus mencoba 1 jenis beverages dan 1 jenis dessert. Ini yang biasa saya lakukan pada saat test product; 1 ayam + nasi saya habiskan, french fries dicoba semaunya, dan burger separo. Ditambah dengan 1 gelas soft drink dan setengah gelas sundae. Waduh berapa kalori tuh?? Test product kali ini, tidak begitu caranya; saya hanya menggigit 1 gigitan untuk setiap produk.
Baru kali ini saya menginap di JW Marriot Hotel. Hotel ini menawarkan hidangan yang sangat beragam pada saat Breakfast; dari mulai nasi goreng, mie goreng, aneka telur, shabu-shabu, dimsum, segala jenis pastry, cereal, cakes yang lucu2, buah2 an, segala jenis juice, dan masih banyak lagi. Ini yang biasa saya makan pada saat Breakfast: Mie goreng, 1 - 2 jenis lauk, telur mata sapi, 1 plain croisant dengan margarine. Kali ini, ini yang saya makan : shabu-shabu 1 mangkok, 3 buah dimsum (kecil-kecil), buah, pure orangejuice, dan teh tawar.
Pada saat tugas keluar kota, ini yang biasa saya lakukan pada malam hari... Wisata Kuliner!! Di Medan banyak juga lho makanan2 enak; ada Mie Aceh dan Sop Sumsum di jl Titibobrok, Aneka seafood di daerah Cemara Asri, Sate sapi di Merdeka Walk, dan DURIAN... Setiap malam ganti topik yang dijelajahi. Tapi, kali ini, sepulang kerja saya mampir ke supermarket dan belanja buah2an untuk kemilan di malam hari dan langsung balik ke hotel. Hanya 1 kali saya Dinner bareng para Store Manager Medan di Swissbell Hotel; itupun saya hanya makan sashimi, grilled chicken, dan mineral water.
Horeee......, waktunya kembali ke Jakarta. Saya dan Halimah meluangkan waktu untuk membeli oleh-oleh untuk keluarga tercinta. Bolu meranti rasa coklat dan keju, bika ambon, teri medan, dan ikan pari menjadi pilihan saya dan Halimah. Senang rasanya bisa kembali ke rumah dan melihat Raissa dan my hubby menikmati buah tangan saya. Ini yang biasa saya lakukan... ikut makan sama2 dengan mereka, dalam waktu 2-3 hari makanan itu akan ludes. Kali ini, saya hanya mencoba sedikit bolu meranti, cuman pengen nyoba aja supaya gak penasaran.
Memang ada harga yang harus dibayar untuk sebuah keberhasilan. Tapi kalau keinginan kita kuat, kesakitan itu tidak ada artinya. Menurut Panji, My Personal Trainer, penderitaan makan ini akan berakhir setelah kadar lemak di tubuh saya ideal dan memiliki otot yang seimbang. Tapi bukan berarti nantinya saya boleh makan sembarangan, tetap harus dijaga tapi tidak seperti sekarang menjaganya dan harus tetap Olah Raga.
Ini yang saya baca : " Bila kita melakukan sesuatu secara konsisten selama 1 bulan penuh (30 hari berturut-turut), tanpa kita sadari badan dan pikiran kita sudah beradaptasi atau menyesuaikan diri. Soo.... nggak terlalu menderita koq... boleh dicoba..
No pain, no gain..